Jangan samakan aku dengan dia. Dia
adalah dia dan aku adalah aku. Sebab dia tak bisa menjadi sepertiku dan aku
juga tak bisa menjadi seperti dia.
Jangan samakan aku dengan mereka.
Mereka adalah mereka dan aku adalah aku. Sebab mereka tak bisa menjadi sepertiku
dan aku juga tak bisa menjadi seperti
mereka.
Jangan bandingkan aku dengan
siapapun. Sebab aku diciptakan Allah hanya aku saja. Tidak ada yang sama
sepertiku. Mirip boleh tapi tetaplah tidak sama.
Jangan perlakukan aku sama seperti
kau memperlakukan mereka. Sebab aku unik, sebab aku berbeda. Maka perlakukanlah
aku dengan cara yang berbeda pula.
Jangan benci aku karena kau membenci
orang lain. Sebab apa yang kulakukan tidaklah sama seperti yang mereka lakukan.
Sebab aku bukanlah mereka.
Jangan mencintai aku sama seperti
kamu mencintai orang lain. Sebab cinta itu berasal dari satu hati. Sebab hati
itu cuman satu adanya. Maka itu cintailah aku seorang diri sama seperti
kumencintaimu seorang.
Jangan tinggalkan aku seperti kau
tinggalkan mereka karena bencinya kamu terhadap mereka.
Saat kau disakiti dan dizhalimi
mereka, janganlah lantas kau juga meninggalkan aku. Sebab kutak tahu apa-apa. Sebab
kupasti akan menghiburmu dan membuatmu tersenyum manis kembali.
Sebab kupasti
akan mengarahkanmu untuk sabar dan berserah diri. Bukankah itu lebih baik dari
pada kebencian dibalas dengan kebencian? Bukankah sabar itu lebih baik dari
pada kezhaliman dibalas dengan kezhaliman?
Benar kau pintar, kau baik, kau
bijak, dan kau dewasa. Tapi kau kan masih manusia yang bisa saja salah dan jadi
tak bijak. Maka itu datanglah padaku karena Insyaalah aku akan
mengembalikanmu untuk kembali bijak. Maka itu….
Jangan samakan aku dengan
mereka.
Aku tau mungkin kau tak suka dengan
sikapku yang selalu menuntut. Aku tau kamu tak suka dengan keegoisanku, tapi
perlu kamu tau itu semua aku lakukan karena aku sayang kamu atau bahkan terlalu
sayang.
Sayang, aku tau dulu sebelum
bersamaku kamu bebas, bebas untuk keluar kemana saja dan dengan siapa saja,
tapi sekarang ingat ada aku disini aku ingin diperhatikan layaknya seorang
pacar.
Apa aku salah jika aku terlalu banyak
menuntut, aku hanya ingin kejelasan walaupun hubungan kita sudah cukup jelas
dengan pacaran.
Sayang, mungkin aku tak sepandai
mantanmu mungkin aku tak secantik dia tapi aku ingin lebih baik dari dia, yah
dia yang meninggalkanmu. Maaf jika aku terlalu membatasi gerak gerikmu,
memintamu untuk terus bersamaku, bukannya posesif tapi aku hanya ingin kamu
lebih mengerti inilah aku. Tak peduli orang berkata apa, tak peduli mereka
membencimu atau bahkan mereka musuhmu, aku di sini akan selalu sayang kamu.
Sayang, aku tau saat kamu ingin
bersama teman- temanmu, aku tau saat kamu bilang waktumu bukan hanya untukku,
tapi apa aku salah jika aku ingin sedikit saja memintamu meluangkan waktu
untukku. Taukah kamu aku tak berguna tanpa kabarmu, apalagi semenjak sakit itu.
Aku merasa aku bukan orang yang pantas untuk di cintai.
Jika caraku ini salah maafkan aku,
tapi aku tidak akan pernah salah untuk mencintaimu.
*Bee A_ka*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar