Selasa, 17 Mei 2016

Untuk Bersyukur Itu ,,, tidak mudah !


Tuhan,,
hari ini aku tidak bermaksud mengeluh dengan rencana dan jalan yang engkau berikan, tapi begitu banyak hal yang ingin kukatakan pada-Mu,,,

Jika saja bisa..
aku ingin memelukmu erat saat kesendirian begitu menyiksaku, disaat rasa gundah memukulku.
Ada banyak hal yang ingin kusampaikan pada-Mu walau aku tau tak ada hal yang tidak engkau ketahui dalam diriku.

Tuhan,,
hari ini aku tidak bermaksud lupa atas apa yang telah engkau anugerahkan padaku, namun sebagai seorang manusia,, hati kotor yang kumiliki masih jauh dari apa yang engkau harapkan.

Tuhan,,
mataku masih terbelalak dengan hal-hal yang bisa membawaku kejurang yang salah. Hal itu sangat mengotori hatiku. Semakin aku berjalan, semakin banyak hal-hal yang menguji hatiku, menguji mata dan telingaku, walau ku  tau hal ini salah tapi hal ini bahkan semakin menempel dalam diriku.



Tuhan,, adakah jalan untuk menjauhinya ?
bahkan terkadang aku lupa dan ingkar atas apa yang kumiliki,padahal jika kupikirkan kembali ada banyak hal yang harus kusyukuri dalam diriku sendiri. Tidak jarang hari-hariku sulit karena memikirkan hal (salah) itu.

Tuhan,, aku merindukanmu..
datangi aku dalam mimpi malam inii saja,,
Walau tak dapat kulihat nanti,, tapi paling tidak aku merasakan kedatangan-Mu dihatiku.



Banyak hal yang ingin kukatakan pada-Mu, walau sebenarnya telah kupaparkan selama ini dalam setiap doa sederhana yang kupanjatkan pada-Mu.

Tuhan,, aku malu,,
aku malu memiliki hati yang susah bersyukur, susah merasa puas dan susah merasa cukup,, doa yang kupanjatkan mungkin saja sederhana bagi-Mu, maaf jika selama ini doa yang kupanjatkan terlalu banyak memiliki cabang. Tapi sebagai seorang manusia aku berharap engkau memahaminya Tuhan (pikirku saat berdoa pada-Mu).

Tuhan,,
aku tidak memiliki rumah sesempurna engkau, seluas engkau, dan sebesar engkau. Hingga sampai detik ini harta yang paling kubanggakan dalam diriku adalah aku masih punya Tuhan yang akan mendengar segala yang kupanjatkan, hingga terkadang aku merinding meyaksikan segala jalan yang engkau perlihatkan didepan mataku sendiri. Namun, satu hal yang selalu membuatku malu adalah hatiku terlalu sering (lengah) atas apa yang sudah engkau titipkan padaku hingga sampai saat ini. Betapa tidak tau dirinya, dan betapa tak tau diuntungnya tindakan itu.

Tuhan,,
aku lengah karena lalai dari-Mu..
Maafkan aku Tuhan..

Jumat, 13 Mei 2016

Aku Membenci Punggung-punggung yang Membelakangiku

Mereka yang terkadang tidak paham bagaimana harus menghargai seseorang yang memiliki kepedulian besar terhadap dirinya. Terkadang dalam hidup itu ada beberapa hal yang mendatangkan kebahagiaan, salah satunya bersama dengan orang-orang yang memiliki peran besar terhadap kehidupan yang kita miliki, tentu saja saat ketika sudah merasa nyaman dekat dengan(nya), saling mengerti dan saling paham satu sama lain ada teriakan kecil yang timbul dari dalam hati, batin mungkin akan perlahan-lahan mengatakan tolong jangan tinggalkan aku ! Sampai berulang-ulang hal akan mengatakan(tinggallah disini bersamaku walau sejenak, bantu aku melewati hari-hariku yang berat).
Mencintai hal yang membawa kebahagiaan dalam kehidupan yang kita miliki merupakan hal yang sangat wajar, jadi ketika muncul sebuah pertanyaan yang mengatakan bahwa “mengapa kamu mencintai hal itu ?” jawabannya simpel “karena hal itu memberiku rasa bahagia”. Bahagia tidak hanya bisa diukur dari seberapa sering kamu tersenyum saja, dari seberapa sering kamu tertawa, tapi bahagia itu adalah saat ketika kamu mampu bersyukur atas apa yang kamu miliki sekarang. Bahagia tidak pernah jauh sebenarnya tapi rasa syukurmu itu yang terlalu jauh.
Aku membenci punggung-punggung yang membelakangiku,,
namun ketika tiba-tiba dia harus pergi, mereka harus pergi, orang-orang yang kamu cintai dan orang-orang yang kamu butuhkan harus pergi setelah memberimu sebuah sapaan bahagia, artinya mereka harus memalingkan wajah mereka dari hadapanmu lalu memperlihatkan punggung yang mereka miliki apa yang kamu rasakan ?
Kekecewaan batinku akan menangis, hatiku akan menangis tersedu-sedu lalu mengatakan(mengapa kedatangannya hanya memunculkan ribuan alasan untuk pergi meninggalkanku disaat aku sangat membutuhkannya).
Itulah mengapa aku sangat membenci punggung-punggung yang berbalik membelakangiku. Apa yang kumiliki bukan hal yang abadi, oleh karena itu (ikhlas) itu harus kuhadirkan dari dasar hatiku, meskipun aku membenci segala hal yang harus meninggalkanku, tapi satu hal yang harus tertanam dalam hatiku adalah Tuhan memiliki rencananya sendiri, kita sebagai seorang manusia hanya bisa menjalaninya saja.
Sepanjang peristiwa-peristiwa yang telah kulalui, sampai saat ini aku belum pernah merasakan bahagia setelah melihat orang-orang yang kubutuhkan memperlihatkan punggung mereka, satu hal yang kurasakan adalah hanya sebuah rasa (kecewa) tak ada hal lain, hanya rasa kecewa yang melumuri batinku, hanya kecewa yang melumuri hati kecilku.
Aku terkadang berpikir betapa usia 6 tahun kebawah itu sangat kurindukan, saat dimana keinginan masih kemungkinan besar bisa terpenuhi dengan baik, saat belum mengerti banyak hal dan saat-saat dimana masalah masih dianggap biasa-biasa saja, saat dimana penuh dengan pikiran”masa bodoh”. Tapi hal itu juga biar bagaimanapun tidak akan bisa kembali bukan ?
Aku membenci punggung-punggung yang membelakangiku, mereka yang tidak paham betapa seseorang sangat membutuhkannya, dan meraka yang mungkin juga memiliki alasan kenapa ia harus pergi, mungkin saja tidak merasakan apa-apa, bahkan tanpa merasa bersalah sedikitpun, bahagia dengan langkah kaki mereka setiap hari tanpa merasa bersalah sedikitpun dan tanpa berpikir bahwa ada seseorang yang menangis atas kepergianku, ada seseorang yang tidak menginginkan kepergianku (alasan ini yang semakin membuatku betapa aku sangat membenci punggung itu).
Meskipun mungkin suatu saat nanti akan ada yang merasakan hal yang seperti itu, maka berpikirlah sedikit untuk berusaha tetap tersenyum dihadapan semua orang, sedihnya tidak usah dibagi-bagi, kalu bisa yaa disembunyikan saja, bukan rasa sedih yang harus dibagi, tapi hanya rasa bahagialah yang mesti dibagi-bagi.
Aku membenci punggung-punggung yang membelakangiku.


BAGAIMANA MUNGKIN KITA MENGINGINKAN YANG TERBAIK SEDANG KITA MASIH BELUM MAMPU MEMBENAH DIRI SENDIRI ?


Assalamualikum saudara seiman,,

Hidup setiap hari dengan urusan yang masing-masing berbeda tanpa kita sadari akan mempertemukan kita dalam hal yang sama sekali mungkin tidak pernah disangka-sangka sebelumnya. Urusan yang terlalu banyak terkadang tanpa kita sadari membuat kita menunda hal yang seharusnya tidak boleh untuk ditunda, urusan yang terlalu banyak terkadang tanpa kita sadari membuat kita lupa terhadap apa yang seharusnya tidak boleh untuk kita lupakan, ini merupakan pengalaman juga bagi saya, bukan hal yang asing bagi saya mengenai hal-hal yang seperti ini.

Ketika kita menggilai urusan dunia, rasanya kita ingin selalu mendapatkan segala hal yang terbaik. Yaaaa (segala hal yang terbaik)...
Namun bagaimana bisa kita menginginkan yang terbaik sedang dilain sisi kita masih belum mampu memperbaiki diri untuk menjadi seseorang yang terbaik pula.
Menginginkan yang terbaik sudah menjadi kodrat bagi seorang manusia, bagaimana tidak ?
Seorang manusia tidak pernah mengharapkan hal buruk sampai terjadi dalam kehidupannya, mereka selalu melakukan apapun untuk menghindari hal itu.

Ketika seseorang mencintai dan menginginkan sesuatu, apa pun mungkin akan muncul pada tindakan yang akan ia lakukan.
Kita ambil contoh pada seseorang yang sedang jatuh cinta yaa, seseorang yang jatuh cinta ketika pada awalnya ia tidak paham tentang puisi dan lain sebagainya yang serupa, tiba-tiba saja akan menjadi sesorang yang mampu bersyair (menghias kata dalam puisi sesuai yang terasa dari dalam hatinya) bukankah itu lucu ?
Nah inilah terkadang tidakan-tindakan yang kita lakukan tanpa kita sadari akan mengubah kita dari sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, dari sebelumnya tidak paham menjadi paham, dan dari sebelumnya tidak mengerti menjadi mengerti.

Saudaraku,,,
Ketika kita mengharapkan hal yang terbaik, berusahalah untuk terlebih dahulu memperbaiki diri.
jika perlu berdirilah didepan cermin seperti yang sering saya lakukan, berdiri didepan cermin dan tatap diri dengan seksama, tanyakan pada diri bahwa apa yang telah saya lakukan ?
Renungkan baik-baik sudah pantaskah kita mengharapkan apa yang betul-betul kita harapkan itu???
Sebab Allah Maha Mengetahui, penglihatannya tidak pernah sekalipun jeli terhadap hal-hal kecil yang terjadi dalam kehidupan hamba-Nya, orang baik untuknya segala hal yang baik pula, bukan begitu ?

Memiliki keinginan sudah pasti dimiliki oleh setiap orang, orang yang seperti apa yang tidak memiliki keinginan ? Saya yakin setiap orang memiliki keinginan, entah keinginan yang seperti apa pun itu, seseorang akan lebih mahir bertindak ketika tindakannya berdasar atas keinginan yang bergejolak, ketika kita menginginkan sesuatu sudah pasti ada usaha yang muncul, inilah kodrat kita sebagai seorang manusia. Bahkan keinginan yang bergejolak tanpa kita sadari akan membuat diri mengorbankan segalanya. Kurang lebih seperti itulah tindakan-tindakan yang sering kita lakukan, jika tanpa iman yang kuat hidup kita akan menjadi hidup yang paling buruk.

Saudaraku,,
Keinginan merupakan dasar dari tindakan yang akan kita lakukan, oleh karenanya berusaha memiliki keinginan yang baik dengan menjadikan diri sendiri pribadi yang baik pula.
Mencoba memahami keinginan hati dengan menurutinya akan menjadi hal yang paling baik, asalkan iman tetap kita jaga, iman tetap kita pelihara dengan baik, kata hati tidak akan salah, kalaupun terjadi hal yang tidak sesuai dengan keinginan sementara kita sudah mengikuti kata hati kita itu hanya merupakan ujian dari Tuhan, mungkin rintihan doa yang kita panjatkan kepada-nya terlalu indah terdengar oleh-Nya maka dari itu ia tidak mengabulkannya secara langsung, artinya Tuhan mendengar doa-doa kita dengan cara yang sesuai perencanaan-Nya sendiri, tidak usah khawatir, Allah Maha Adil, dan sampai kapanpun itu tidak akan pernah berubah.
Kuatkan diri dan perbaiki iman, berusaha memperbaiki diri jika betul-betul menginginkan yang terbaik, ini merupakan pelajaran juga bagi kita semua.



Wassalam. ^_^



( HIKMAH ) ALLAH MAHA TAHU DAN MENGINGINKAN YANG TERBAIK UNTUKMU

Indahnya Islam
Islam adalah agama yang indah, agama tauladan dan agama rahmatan lil 'alamin


Sungguh Allah telah menyusun miliaran mata rantai kehidupan diantara makhluk-makhluk-Nya. Tidak seekor nyamuk pun yang luput dari kemahatahuan-Nya. Semua terawasi dengan baik. Bahkan sehelai daun yang jatuh di tengah hutan belantara di negeri antah berantah pun terjadi atas kehendak-Nya. Segala sesuatu teratur sedemikian rupa, menunjukkan bahwa Dia lah Yang Maha Agung. Demikian pula halnya dengan perjalanan hidup kita. Allah SWT juga telah mengaturnya. Siapa diri kita, dimana kita berada .

Banyak orang yang berspekulasi dengan keberuntungan. Ada yang menspekulasikan hartanya pada keberuntungan dengan bermain judi. Ada yang berharap nasib baik datang dengan mendatangi paranormal, ada juga yang tidak melakukan apa-apa, berdiam diri dan menunggu ada hal baik yang mampir dengan sendirinya. Tak jarang kita menyaksikan hal-hal semacam itu di lingkungan kita.

Pada hakekatnya, Allah tidak mengenalkan istilah beruntung pada hamba-Nya. 
Itu merupakan sebuah ujian.
Suatu ketepatan peluang yang diberikan oleh-Nya dengan kemampuan kita untuk menyusup di celah-celah peluang tersebut. Bersyukurlah jika kita memperoleh sesuatu yang lebih dan bersabarlah jika kita masih belum mendapatkan apa yang diinginkan, meskipun kita telah berusaha sekuat tenaga. Pasti ada rahasia dabalik itu semua, karena Allah juga telah merencanakan.

Jadi, sebenarnya kita sekarang sedang memerankan suatu profesi dalam sebuah “drama” diatas panggung dunia ini.

Setelah kita mengakhiri peran tersebut, kita akan kembali pada hakekat diri kita bahwa kita hanyalah seorang hamba Allah. Yang menjadi patokan sukses atau tidak adalah waktu yang telah kita jalani selama berperan diatas dunia. Semua itu akan ada balasan dari Yang Maha Adil. Tidak ada yang disia-siakan. Semuanya akan dipertanggungjawabkan dan memperoleh balasan yang setara.


QS Al-Baqarah ayat 216, Allah SWT berfirman:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

Allahumma ya Arhamaa Rrahimiin / Wahai Allah, Maha Penyayang di antara para penyayang
Sayangilah kami ya Allah…
Jadikanlah kami orang-orang yang Engkau cintai,
sekaligus orang-orang yang mampu untuk saling mencintai…
Sebagaimana kami selalu mengharap ampunan dan maaf dariMu…
jadikan pula kami orang-orang yang mampu memaafkan orang lain…

Angkatlah segala marah & iri, benci & dendam,serta kekecewaan dari diri kami. Aamiin 


^_^

Kamis, 12 Mei 2016

Visi - Eksekusi

Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk...!!!
(Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare).



Aku bercermin dari kepribadian orang-orang yang tak pernah memikirkan suatu tujuan.Mereka menghadapi masa depan yang tenang tanpa ada sebuah asa yang berarti. Mereka bersikap seolah-olah hidup ini telah memiliki skenario yang pasti bagi masing-masing mereka.Mereka seolah-olah lupa akan jaminan perubahan yang dijanjikan kepada mereka apabila mereka berusaha menemukan arti kehidupan yang lebih baik... 



by : AL

Rabu, 11 Mei 2016

so sweet :)

Saat malam rembulan datang membawa senyuman serta sinar nya berserta bintang bintang dengan ribuan kilaunya , saat pagi pun datang dan matahari membawa sinar terang menerangi bumi melenyapkan sinar rembulan berserta ribuan kilauan bintang bintang seperti saat engkau datang dan hadir di hidupku , cahayamu mengalikan dunia ku mengalahkan jutaan cahaya lainnya dan kini hidup ku dan hati terang karena kehadiranmu sayang .. Morning my wife =*





by : AL