Rabu, 15 Juli 2015
Story of my life
"Story Of My Life"
Written in these walls are the stories that I can't explain
I leave my heart open but it stays right here empty for days
She told me in the morning she don't feel the same about us in her bones
Seems to me that when I die these words will be written on my stone
And I'll be gone, gone tonight
The ground beneath my feet is open wide
The way that I been holding on too tight
With nothing in between
The story of my life
I take her home
I drive all night
To keep her warm
And time is frozen (the story of, the story of)
The story of my life
I give her hope
I spend her love
Until she's broke
Inside
The story of my life (the story of, the story of)
Written on these walls are the colors that I can't change
Leave my heart open but it stays right here in its cage
I know that in the morning now I see us in the light upon a hill
Although I am broken, my heart is untamed, still
And I'll be gone, gone tonight
The fire beneath my feet is burning bright
The way that I been holding on so tight
With nothing in between
The story of my life
I take her home
I drive all night
To keep her warm
And time is frozen (the story of, the story of)
The story of my life
I give her hope
I spend her love
Until she's broke
Inside
The story of my life (the story of, the story of)
And I been waiting for this time to come around
But baby running after you is like chasing the clouds
The story of my life
I take her home
I drive all night
To keep her warm
And time is frozen
The story of my life
I give her hope (give her hope)
I spend her love
Until she's broke (until she's broke inside)
Inside
The story of my life (the story of, the story of)
The story of my life
The story of my life (the story of, the story of)
The story of my life
Kamis, 19 Maret 2015
Maafkan Egoku
Maafkan Egoku
Intro : B F# B F# E F# B F#….
B
Kusadari,
F#
terlalu besar
B
ego yang kumiliki
F#
Selalu mementingkan
E
keinginan hati
F# B F#
menang sendiri….
B
dan Ku tau ini,
F#
begitu besar
B
salah ku padamu kasih.
F#
Tak pernah tau
E
bahwa sebenarnya kamu
F# B F#
sangat peduli….
C#m
Maafkan egoku
E
yang selalu menentang
F#
kelembutanmu.
C#m
Maafkan diriku
E
yang tak paham akan
F#
ketulusanmu….
Reff I:
B E
Kau boleh marah padaku,
E-D#m C#m F#
tapi..jangan acuhkan dirimu
B ….F#
dihadapan ku….
B E
Kau boleh menghukum aku,
E-D#m C#m F#
tapi..jangan pudarkan rasa sayang mu
B ….F#
untuk ku….
C#m F# B..E B E B
C#m F# B..E B E B
C#m F# B…..
C#m
Maafkan egoku
E
yang selalu menentang
F#
kelembutanmu.
C#m
Maafkan diriku
E
yang tak paham akan
F#
ketulusanmu….
G#m
wooo
Reff II:
C# F#
Kau boleh marah padaku,
F#-Fm D#m G#
tapi...jangan acuhkan dirimu
C# ….G#
dihadapan ku….
C# F#
Kau boleh menghukum aku,
F#-Fm D#m G#
tapi...jangan pudarkan rasa sayang mu
C# ….G#
untuk ku….
C# F#
Kau boleh marah padaku,
D#m G#
tapi jangan acuhkan dirimu
C# ….G#
dihadapan ku….
C# F#
Kau boleh menghukum aku,
D#m G#
tapi jangan pudarkan rasa sayang mu
C# ….G#
untuk ku….
D#m G#
tapi jangan pudarkan rasa sayang mu
C# ….G#
untuk ku….
D#m G#
karena hanya engkaulah tyang tercurah
C# ….G# C#
dihatiku….
B
Kusadari,
F#
terlalu besar
B
ego yang kumiliki
F#
Selalu mementingkan
E
keinginan hati
F# B F#
menang sendiri….
B
dan Ku tau ini,
F#
begitu besar
B
salah ku padamu kasih.
F#
Tak pernah tau
E
bahwa sebenarnya kamu
F# B F#
sangat peduli….
C#m
Maafkan egoku
E
yang selalu menentang
F#
kelembutanmu.
C#m
Maafkan diriku
E
yang tak paham akan
F#
ketulusanmu….
Reff I:
B E
Kau boleh marah padaku,
E-D#m C#m F#
tapi..jangan acuhkan dirimu
B ….F#
dihadapan ku….
B E
Kau boleh menghukum aku,
E-D#m C#m F#
tapi..jangan pudarkan rasa sayang mu
B ….F#
untuk ku….
C#m F# B..E B E B
C#m F# B..E B E B
C#m F# B…..
C#m
Maafkan egoku
E
yang selalu menentang
F#
kelembutanmu.
C#m
Maafkan diriku
E
yang tak paham akan
F#
ketulusanmu….
G#m
wooo
Reff II:
C# F#
Kau boleh marah padaku,
F#-Fm D#m G#
tapi...jangan acuhkan dirimu
C# ….G#
dihadapan ku….
C# F#
Kau boleh menghukum aku,
F#-Fm D#m G#
tapi...jangan pudarkan rasa sayang mu
C# ….G#
untuk ku….
C# F#
Kau boleh marah padaku,
D#m G#
tapi jangan acuhkan dirimu
C# ….G#
dihadapan ku….
C# F#
Kau boleh menghukum aku,
D#m G#
tapi jangan pudarkan rasa sayang mu
C# ….G#
untuk ku….
D#m G#
tapi jangan pudarkan rasa sayang mu
C# ….G#
untuk ku….
D#m G#
karena hanya engkaulah tyang tercurah
C# ….G# C#
dihatiku….
gimana caranya
gimana caranya jadi
satu-satunya di hatimu
gimana caranya kau rindu
aku jauh kau tak bisa tidur
gimana caranya bila di keramaian
hanya aku saja yang
satu-satunya di hatimu
gimana caranya kau rindu
aku jauh kau tak bisa tidur
gimana caranya bila di keramaian
hanya aku saja yang
kau cari-cari
gimana caranya agar matamu hanya melihat
dan hanya memujaku saja tak ada yang lain
gimana caranya sepenuhnya aku dapat
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
gimana caranya jadi satu-satunya di hatimu
gimana caranya kau rindu, aku jauh kau tak bisa tidur
gimana caranya bila di keramaian hanya aku saja yang kau cari-cari
gimana caranya agar matamu hanya melihat
dan hanya memujaku saja tak ada yang lain
gimana caranya sepenuhnya aku dapat
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
gimana caranya agar matamu hanya melihat
dan hanya memujaku saja tak ada yang lain
gimana caranya sepenuhnya aku dapat
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
gimana caranya agar matamu hanya melihat
dan hanya memujaku saja tak ada yang lain
gimana caranya sepenuhnya aku dapat
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
gimana caranya jadi satu-satunya di hatimu
gimana caranya kau rindu, aku jauh kau tak bisa tidur
gimana caranya bila di keramaian hanya aku saja yang kau cari-cari
gimana caranya agar matamu hanya melihat
dan hanya memujaku saja tak ada yang lain
gimana caranya sepenuhnya aku dapat
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
gimana caranya agar matamu hanya melihat
dan hanya memujaku saja tak ada yang lain
gimana caranya sepenuhnya aku dapat
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
Bahasa artifisial
Bahasa buatan
Bahasa artifisial atau bahasa buatan atau bahasa terkonstruksi (dikenal dengan sebutan conlang singkatan dari istilah Inggris: constructed language) oleh para penggemarnya. adalah sebuahbahasa yang kosa kata dan tata bahasanya diciptakan oleh seseorang atau sebuah kelompok kecil. Bahasa ini bertolak belakang dengan bahasa alami (ing: natural language, Natlang) yang secara alamiah ber-evolusi sebagai bagian dari sebuah budaya. Beberapa di antara conlang diciptakan untuk digunakan dalam komunikasi manusia (biasanya berfungsi sebagai bahasa auksiliari internasional), beberapa lainnya diciptakan untuk digunakan dalam karya fiksi atau eksperimen, komunikasi rahasia, atau bahkan hanya untuk iseng saja.
"Bahasa terencana" sinonim dari conlang ini kadang digunakan untuk mengacu kepada bahasa auksiliari internasional, dan oleh mereka yang menolak istilah "artifisial" di taruh pada bahasa mereka. Orang orang yang bisa berbicara Esperanto sebagai contoh menyatakan bahwa "Esperanto adalah bahasa artifisal seperti layaknya mobil adalah kuda artifisal". Namun, istilah bahasa terencana ini jarang digunakan di luar komunitas Esperanto
Sekilas[sunting | sunting sumber]
Bahasa terkonstruksi seringkali dibagi menjadi bahasa a priori dan a posteriori. Bahasa a priori mempunyai kosakata dan tata bahasa diciptakan dari awal (bisa menggunakan imajinasi sang pencipta atau dengan proses komputasional). Sedangkan bahasa a posteori, kosakata dan tata bahasanya didasarkan dari satu atau lebih bahasa alami. Bahasa fiksi dan eksperimental dapat juga bersifat 'naturalistik', maksudnya bahasa tersebut memang diciptakan untuk terdengar alamiah, dan apabila didasarkan posteriori, bahasa tersebut mencoba mengikuti aturan alamiah dari fonologikal, leksikal dan tata bahasa. Karena bahasa ini biasanya tidak diperuntukkan untuk kemudahan pembelajaran atau komunikasi, bahasa naturalistik bahasa fiksi biasanya lebih susah dan rumit. (karena bahasa tersebut mencoba meniru perilaku yang biasa ditemui di bahasa alami seperti kata kerja dan benda yang tidak reguler, aturan fonologis yang rumit, dll.) Jadi, berdasarkan keterangan di atas, bahasa terkonstruksi dapat dibagi menjadi:
- bahasa auksiliari (ing: auxiliary language, auxlangs) - bahasa yang diciptakan untuk komunikasi international
- bahasa artistik (ing: artistic language, artlangs) - bahasa yang diciptakan dengan lebih melihat ke unsur estetikanya
- bahasa logis (ing: logical language, loglangs) - bahasa yang diciptakan untuk keperluan dalam eksperimentasi dalam logika atau filosofi
Sebuah bahasa terkonstruksi dapat mempunyai penutur ibu (native speakers), apabila sang anak mempelajarinya dari kecil dari orang tua yang mempelajarinya. Diperkirakan Esperanto mempunyai jumlah penutur asli sebanyak antara 200 sampai 2.000 orang. Seorang anggota dari Klingon Language Institute, d'Armond Speers, mencoba untuk membesarkan anaknya sebagai native speaker dari Klingondan Inggris, namun dia menemukan bahwa pada waktu itu, kosakata Klingon tidak cukup besar untuk mengekspresikan benda yang sering ditemui di rumah, "meja" dan "botol" sebagai contohnya.
Pengguna bahasa terkontruksi juga kadang-kadang mempunyai alasan lain mengapa mereka menggunakannya. Di antara alasan tersebut, Hipotesa Sapir-Whorf yang terkenal (walaupun masih diperdebatkan kebenarannya) sering disebut. Hipotesa tersebut mengklaim bahwa bahasa yang kita bicarakan mempengaruhi cara kita berpikir, sehingga, bahasa yang "lebih baik" harusnya dapat membuat sang pembicaranya mencapai tingkat intelegensi yang lebih tinggi, atau dapat menerima titik pandang yang lebih beragam.
Bidadari, Huur dan Teman Setia
Istilah BIDADARI dalam Al Qur’an disebut ‘huur‘.
Quraish Shihab dalam bukunya Tafsir al-Mishbah menyatakan bahwa istilah ‘huur’ tersebut merupakan bentuk kata yang bebas kelamin, artinya bisa diartikan sebagai perempuan dan bisa juga laki-laki.
Quote:
| Kesan yang dimunculkan oleh kata ‘huur’ tersebut adalah terkait dengan : keindahan, kesetiaan, pengabdian, pasangan yang serasi dan sebagainya. Karena keberadaan ‘huur’ tersebut merupakan sesuatu bentuk ghaib yang belum bisa kita temukan padanannya dalam kehidupan dunia, maka pikiran kita tentu saja boleh secara bebas menafsirkan bagaimana sosoknya. Tentu dengan catatan, sepanjang tidak terlepas dari sifat-sifat dan ciri yang melekat kepada kata tersebut, dan ini bukan hanya terbatas kepada bentuk wanita yang cantik sebagaimana pemahaman kita tentang bidadari. |
Ketika Allah berbicara soal ‘huur’ yang dijadikan pasangan bagi para penghuni surga, maka Dia sebenarnya lagi membicarakan soal ‘lingkungan sosial’, tempat manusia ahli surga berinteraksi, karena kodratnya manusia memang tidak bisa hidup sendiri, butuh berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia lain.
‘Huur’ adalah sosok yang diciptakan sesuai keinginan dan hasrat si penghuni, tergantung kecenderungannya.
Artinya di Surga kita bisa memilih “lingkungan sosial” mana yang sesuai dengan hasrat kita.
Quote:
| - Kita yang menyenangi dunia ilmu pengetahuan, mungkin bisa membentuk “lingkungan sosial” yang serba sains. Di mana disana, terdapat Laboraturium, Perpustakaan, Peralatan serba canggih beserta staf-stafnya yang cerdas. – Ada yang punya bakat “playboy“, mungkin bisa memilih pasangannya di surga, wanita-wanita memiliki kecantikan luar biasa. – Kita yang menyukai dunia spiritual, mungkin bisa memilih “lingkungan sosial” yang serba santri. Terdapat majelis dzikir, yang setiap saat memuji kebesaran ALLAH. – Kita sangat mencintai kehidupan keluarga, mungkin disana kita bisa memilih hidup sebagai keluarga ideal, dengan lingkungan yang ideal juga. |
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Langganan:
Postingan (Atom)