Kamis, 14 Juli 2016

Jangan Salah Memaknai Cinta yang Sesungguhnya.

Jangan Salah Memaknai Cinta yang Sesungguhnya. 

Makna Cinta Berikut Dapat Menyadarkanmu Tentang Cinta yang Sesungguhnya.




Kehidupan memiliki banyak makna untuk diresapi. Problematika kehidupan memberikan pengaruh yang mutlak untuk diceritakan. Kebanyakan orang mengalami problematika kehidupan yang baik dan buruk. Semua itu tergantung bagaimana cara seseorang menjalani kehidupan.


"Kehidupan bagaikan roda yang selalu berputar. Ketika kamu memutar roda tersebut, saat itulah kamu memutar takdir kehidupan. Begitu pula dengan cinta. Ketika kamu merasakan cinta, saat itulah cinta akan benar-benar hadir dalam kehidupanmu." - Michael Jibrael


Kehidupan percintaaan seseorang bisa diceritakan dengan begitu bahagia. Tetapi ada sebagian orang yang menceritakan kehidupan percintaan mereka dengan penuh kesedihan. Terkadang banyak orang memunculkan pertanyaan, apa makna dari cinta itu sendiri. Cinta memiliki makna yang mendalam. Cinta itu abstrak dan universal. Karena percintaan menciptakan pandangan yang berbeda untuk setiap orang.


Cinta mampu menghadirkan pesona yang begitu memikat bagi siapa saja. Cinta dapat diibaratkan seperti pasir. Ketika kamu menggenggamnya terlalu erat, butiran pasir akan berjatuhan. Jika pasir tersebut tidak digenggam dengan baik atau genggamannya terlalu lemah, butiran pasirnya juga akan berjatuhan. Karena itu, genggamlah pasir tersebut dengan tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah. Begitu pula dengan cinta. Genggamlah cinta dengan takaran porsi yang pas.



Begitu juga dengan perjalana cinta. Karena cinta sarat akan makna dan arti yang beragam, serta mendalam.



1. Cinta sarat akan makna.

Ketika kamu bertanya kepada seseorang arti tentang cinta, mereka akan menjawab dengan jawaban yang berbeda satu sama lain. Itu mencerminkan keunikan dari cinta itu sendiri. Setiap orang memiliki pengalaman tersendiri dalam hubungan percintaan. Ketika seseorang memiliki pengalaman tentang cintanya sendiri, dia pun akan menjelaskan arti cinta menurut pengalamannya sendiri.


Tetapi cinta bukan sekedar eksistensi untuk seseorang. Cinta adalah pengalaman yang perlu dipelajari untuk kelanjutan cinta, yang nantinya akan menjadi memori yang sarat akan makna mendalam bagi seseorang.

“Cinta sarat akan makna yang mendalam. Karena cinta yang sesunguhnya adalah cinta yang nantinya memiliki ingatan yang tak terlupakan bagi seseorang.” – Michael Jibrael



2. Cinta adalah pengalaman hati dan eksistensi pemikiran.

Terkadang, kamu berpikir cinta sebenarnya berawal dari mana? Pada saat kamu menyanyangi ibumu, cinta berasal dari hati dan pikiran lembutmu. Tetapi ketika kamu mencintai belahan jiwamu, cinta berasal dari hati serta pemikiran yang hanya sebagai pelengkap cara kamu memandang belahan jiwamu. Pembuktian cinta sebenarnya mengartikan sesuatu yang mendalam karena proses cinta membutuhkan pembuktian untuk bisa dikatakan bahwa kamu benar-benar mencintai.

“Cinta membutuhkan pembuktian untuk bisa dikatakan bahwa kamu benar-benar mencintai.” – Michael Jibrael


3. Cinta adalah kasih.

Kasih adalah satu kata yang memiliki pemahaman yang luas. Tidak hanya kasih? Cinta pun demikian. Tetapi dengan mengasihi, kita menciptakan pamor cinta dalam relasi yang begitu nyata. Cinta bercerita tentang kasih dan kasih menghasilkan cinta yang mendalam. Kata lain dari kasih adalah cinta. Karena cinta itu sering berjalan beriringan dengan kasih.

Oleh karena itu, cinta memberikan pengaruh dalam memahami perasaan orang lain, perasaan pasangan kita, dan perasaan orang yang kita kasihi.



4. Cinta bercerita tentang kamu dan aku.

Cinta mampu menunjukan kesetiaan, keharmonisan, kepekaan, kebahagiaan, bahkan kesedihan. Kisah cinta selalu berbicara tentang aku dan kamu. Ketika seseorang mencintai kamu, itu berarti dia akan melakukan apapun untuk dirimu. Tetapi cinta bukan pada masalah dia akan melakukan apapun untuk kamu, melainkan cinta selalu bercerita dengan keunikannya antara aku dan kamu.

Jika cuma satu orang yang berjuang dalam percintaan, berarti itu bukan cinta. Karena cinta pada dasarnya harus memiliki timbal balik antara kamu dan aku.


“Kamu harus menemukan apa yang membuat kamu dapat menangis karena cinta sebab jika kamu belum menemukan itu, berarti kamu belum benar-benar mencintai.” – Michael Jibrael.



5. Cinta adalah kehangatan.

Makna cinta memang beragam, tergantung pemahamanmu pada cinta itu sendiri. Salah satu makna cinta yaitu menghangatkan. Cinta mampu memuat seseorang merasa positif dalam kehidupannya. Kecintaan seseorang terhadap yang lain, berdampak pada bagaimana cara orang tersebut menikmati kisah percintaannya. Terkadang, konsep kehidupan menghadirkan pemikiran-pemikiran yang sempit terhadap cinta.

Tetapi cinta pada takarannya, menghadirkan kehangatan yang mampu menjadikan kamu begitu berharga.

“Kehangatan cinta memampukan kamu untuk tetap berjuang bagi orang lain.” – Michael Jibrael



6. Ingat salah satu makna dari cinta, yaitu mampu menghancurkan.

Pandangan negatif terhadap cinta yaitu cinta mampu menghancurkan. Banyak orang terjebak dengan cinta yang salah. Cinta yang membunuh, cinta yang menghancurkan, bahkan cinta yang menghancurkan mimpi-mimpi kamu. Cinta seperti ini adalah cinta yang disertai perasaan emosi yang tidak terkendalikan, yang dapat mengakibatkan kehancuran bagi seseorang.

Cinta seperti ini biasanya dilandasi dengan keegoisan, kecemburuan, kebencian, dan amarah. Ingatlah! Jangan sampai terjebak pada makna cinta seperti ini.


“Cinta yang didasari emosi yang berlebihan akan berubah menjadi cinta yang menghancurkan. Kendalikan itu sebelum cinta ini menghancurkan kamu.” – Michael Jibrael


===============================================
This life is a choice. Whatever makes you sad, leave it. And, whatever makes you smile, hold it.
===============================================

Hadirnya cinta atau banyak pula orang yang menyebutnya dengan istilah “virus merah jambu”, seringkali membuat hati menjadi galau. Antara bahagia, senang, sehingga hati bak berbunga-bunga membuat bibir ini kerap tersenyum. Ada pula yang merasa bingung dibuatnya. Bahkan ya temen-temen, ada yang kerap kali merasa sedih ketika “virus ini” tak bisa ia ungkapkan tentang apa yang sedang hatinya rasakan. Nah loh…..?

Yah…benar sekali, karna cinta tak dapat terlihat fisiknya bak angin, tak dapat tercium aromanya seperti bunga di taman , tak dapat kita dengar  tapi kita bisa menyentuhnya…memilikinya dengan hati kita!

Yah..hati kita tempat cinta itu bersemayam, bak angin datang kita dapat merasakan hadirnya cinta, merasakan  keindahan melebihi keindahan taman bunga. Cinta mampu membuat hidup penuh warna, penuh kasihsayang, pengertian, kelembutan, kebahagiaan, mampu membangkitkan gairah hidup dalam semangat pencapaian puncak kepuasan hati itu sendiri. Cinta yang baik akan membawa kita ke kehidupan penuh kebahagiaan, namun cinta yang buruk akan berdampak buruk pula terhadap hati maupun kehidupan kita.

Cinta itu sederhana. Cukup kita rasakan dan merealisasikan dengan benar dalam kehidupan kita. Berikan cinta teruntuk orang-orang disekeliling kita, teruntuk mereka yang kita sayangi. Setujuuu???


 Arti Cinta Sejati 

Apakah temen-temen yakin bahwa cinta kalian sejati? Seperti apa dan bagaimana cinta itu?

Cinta sejati muncul seiring berjalannya waktu yang mereka lewati bersama dalam suka dan duka.Karna cinta sejati tak dapat diukur hanya dengan sebuah ungkapan sayang.Cinta sejati tak akan disebut sebagai cinta sejati kecuali kita sendiri yang mensejatikan cinta itu sendiri.

Cinta tak dapat dikatakan sejati hanya dengan terjadinya sebuah pernikahan, namun seberapa kuat pertahanan cinta mereka dalam ikatan pernikahan dengan menjaga, saling berkasihsayang, pengertian, sampai akhir hayat mereka.

Cinta sejati tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, namun bisa kita rasakan kekuatan cinta itu sendiri yang mampu menjadi benteng kokoh dalam sebuah jalinan asmara.

Cinta sejati mengerti apa-apa yang tak bisa dikatakan, mendengar apa yang tak bisa diucapkan.

Cinta sejati tak hanya akan tersenyum ketika berjumpa, namun ia akan terharu hingga tak terasa menitikkan air mata kebahagiaan.

Cinta sejati rela berkorban untuk kebahagiaan pujaan hatinya, namun ia akan tetap tersenyum untuknya  meski hatinya hancur berkeping-keping.

Cinta sejati  memiliki hati yang bijak tak hanya otak cerdas, ia tidak hanya mencintai pasangannya namun juga menghormatinya .

Cinta sejati  tak hanya menghibur pasangannya dikala sedih namun juga  menangis dalam do’a untuknya.

Cinta sejati tak akan pernah pergi , karna ia senantiasa besemayam dihati. Menjaga segenap perasaan cinta yang telah dipercayakan padanya.

Cinta sejati sama halnya sepasang sepatu, meski berbeda kanan-kiri mereka akan tetap berjalan satu tujuan (kebahagiaan). Jika hilang salah satu dari mereka…maka tak adalah arti dari ia yang tinggal sebelah saja(sendiri).

Cinta sejati tidak akan memandang kekurangan pasangannya sebagai kelemahan, keburukan  tetapi sebagai sebuah keindahan.

Cinta sejatimu ada di hatimu, ada dalam jiwamu, ada di setiap nafasmu dan  ada di dalam cinta itu sendiri, lantas kepada siapa kau akan persembahkan cinta sejatimu ?

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::True love is love which only for two person, and no place for the third person.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
In love, no need to find someone perfect, but someone who loves what they are, who make you feel perfect.
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
A successful love is still love one person from now until death.

Selasa, 14 Juni 2016

Jangan Hanya Ingin Dimengerti, Belajarlah untuk Dapat Mengerti

   
Setiap manusia yang  ada di dunia ini memiliki kebutuhan untuk saling berinteraksi dalam menjalin sebuah komunikasi. Selama manusia dapat saling menghargai dan menghormati pasti akan selalu terjalin hubungan komunikasi yang baik. Namun terkadang banyak dari kita yang tidak mengerti dan melakukan apa yang menurut kita sendiri itu baik. Padahal bagi orang lain belum tentu hal tersebut baik. Dalam hal ini, kita harus pintar dalam memahami apa yang memang pantas dan tidak pantas untuk  dilakukan dalam berinteraksi dengan orang lain. Semua ini tergantung dari kepribadian dan karakter yang dimiliki setiap individunya. Banyak dari kita yang melupakan faktor penting dalam menentukan keberadaan kita di masyarakat. Sekarang saja di lingkungan sekitar kita masih banyak ditemukan masalah yang harusnya bukan jadi sebuah permasalahan. Perbedaan yang semestinya bukan menjadi sebuah perbedaan. Misalnya status sosial,  kecemburuan sosial, penempatan hak dan kewajiban, perasaan negatif, sugesti yang buruk.

Ketika kita bersosialisasi dengan orang lain, status sosial ini menjadi suatu perbedaan dan terkadang menjadi permasalahan. Orang-orang  berlomba-lomba untuk mendapatkan gelar terbaik dalam hidupnya. Mereka menempuh segala cara untuk mendapatkan gelar tersebut. Mulai dari cara baik ,dengan semangat tinggi menuntut ilmu setinggi-tingginya untuk mendapatkan gelar sarjana, profesor, doktor dan sebagainya. Bahkan ada pula cara mudah dan cepat yang pernah dilakukan masyarakat sekarang, yaitu mungkin dengan hanya membeli secarik kertas dan gelar tersebut dapat langsung didapatkan. Bukan hanya gelar pendidikan, pandangan masyarakat juga tertuju pada status jabatan dan kekuasaan seseorang . Semakin tinggi kekuasaan dan jabatan yang dimiliki, semakin nyata pula keberadaannya di masyarakat. Mau tidak mau, suka tidak suka hal ini memang sulit untuk dihindarkan. Secara teori mungkin terlihat mudah untuk dibenahi. Namun pada kenyataannya, memang benar semakin tinggi pendidikan dan kekuasaan, pasti keberadaan kita di masyarakat akan di anggap penting dan dilihat. Coba ketika kita tidak memiliki pendidikan yang tinggi dan hanya biasa-biasa saja, penilaian orang terhadap kita pun berbeda. Hal ini pula yang dapat menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Antara satu dan pihak lainnya akan saling berebut tempat agar dapat diterima dihati masyarakat dalam berinteraksi dan menjalin komunikasi. Kepribadian kitalah yang menentukan ini semua. Status sosial bukan lagi menjadi masalah, jika pola pikir dan karakter setiap individu yang berubah. Sebuah interaksi yang baik tergantung dari pola pikir dan kepribadian yang dimiliki oleh setiap manusia.

Interaksi yang baik juga ketika dalam berkomunikasi, kita dapat saling mengerti dan memahami. Dapat membedakan antara hak dan kewajiban.  Menjalankan apa yang memang telah menjadi kewajiban kita di masyarakat. Mendapatkan hak yang memang seharusnya kita miliki. Penempatan hak dan kewajiban inilah yang harus baik, tepat sasaran, tepat waktunya, serta dalam kondisi yang memungkinkan. Jangan sampai ada kesalahan dalam menempatkan antara hak dan kewajiban. Mana yang memang sedang menjadi prioritas utama, sebaiknya kita utamakan. Kesalah pahaman yang terjadi di masyarakat, akibat keegoisan yang dimiliki setiap orangnya. Misalnya dalam mengemukakan pendapat, merasa mempunyai hak yang sama, dalam jiwa kita pasti ingin selalu di dengar dan di mengerti . Tanpa melihat kewajiban kita untuk dapat mengerti apa pendapat orang lain, apa maksud yang disampaikan, dan apa makna yang terkandung didalamnya

Kita melupakan kewajiban itu. Merasa diri kita yang harus menjadi prioritas utama untuk dimengerti oleh orang lain. Jika setiap interaksi yang kita bangun, tak dapat kita tempatkan mana yang menjadi prioritas utama antara hak dan kewajiban, akan seperti apakah komunikasi yang terjadi di masyarakat?. 

Berpikir mengenai kepribadian dan karakter setiap manusia yang ada di muka bumi ini, memang tidak akan pernah ada habisnya. Tuhan telah menciptakan semua umat manusia dengan sebaik-baiknya. Berbagai macam karakter dan pola pikir manusia pasti berbeda-beda. Tinggal bagaimana  karakter dan pola pikir yang kita miliki tersebut dapat kita olah dengan baik dan tergantung dari cara kita untuk memperbaikinya kearah yang lebih baik pula. Cara pandang kita terhadap seseorang, cara pandang kita terhadap suatu masalah, itu semua pola pikir kita yang menentukannya. Apakah kita memilih untuk berpikir positif atau mungkin berpikir negatif dalam memandang sesuatu. Segala sesuatu yang kita pikirkan akan menjadi sebuah sugesti yang kita rasakan.

Mulailah untuk berpikir positif terhadap hal apapun.

Kita juga harus peka dengan keadaan disekitar kita. Tak selamanya orang harus mengerti dengan apa yang kita inginkan. Jangan hanya ingin dimengerti, tapi Belajarlah untuk dapat Mengerti orang lain, karena Interaksi dan Komunikasi yang baik ketika setiap orang dapat saling mengerti satu sama lain.

Try to learn to understand other people's feelings don't just like to understand but, unwilling to understand .



^_^


Selasa, 07 Juni 2016

Apa Arti Kedewasaan Dan Bagaimana Menjadi Dewasa


Kedewasaan dan sikap yang dewasa adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki setiap individu. Sebaliknya sikap kekanakan adalah sumber dari banyak masalah dalam pergaulan atau kehidupan sosial. Kedewasaan adalah sebuah kondisi diri dan sikap yang bisa menyelesaikan banyak masalah dan menjadikannya selaras dengan sekitarnya.
Bahkan kedewasaan bisa mencegah timbulnya masalah dalam pergaulan dan kehidupan sosial. Bisa dikatakan, dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika masing-masing individu bisa bersikap lebih dewasa dalam segala hal.
Kedewasaan adalah hal yang sangat penting, tapi apakah kita pernah benar-benar berfikir apa sebenarnya arti Kedewasaan dan bagaimana bersikap dewasa ? Mari kita membahasnya…

Kalau anda menginginkan jawaban yang singkat, Dewasa adalah D-E-W-A-S-A.

Kalau anda menginginkan jawaban yang komperehensif, dewasa adalah :

Mau Menerima Nasehat Yang Baik
Salah satu bentuk Kedewasaan yang utama adalah mau menerima nasehat terutama jika itu nasehat yang baik. Jika salah mau diingatkan dan diberitahu yang baik, dan mau menerima nasehat supaya dirinya menjadi lebih baik atau melakukan hal yang benar. Tidak keras kepala, bebal dan keras hati, hanya memikirkan keinginannya saja tidak peduli dengan nasehat yang baik padahal apa yang dilakukan sudah jelas-jelas salah. Sikap dewasa adalah peduli dengan kebaikan, mau mendekat dengan hal-hal baik, mau mencari tahu kebaikan dan mau menghiraukan nasehat-nasehat yang baik.

Memiliki Kesadaran Yang Lebih Tentang Hal-Hal
Kedewasaan biasanya pertama kali muncul dalam bentuk kesadaran yang lebih tentang hal-hal. Kesadaran yang mencakup hal yang lebih luas dan menyeluruh dalam hidup. Orang yang dewasa sadar apa yang dikatakannya, apa yang dilakukannya, apa yang terjadi dalam dirinya, apa yang sedang terjadi di sekitarnya, apa yang terjadi pada orang lain, apa masalah yang mungkin timbul dari hal yang sedang terjadi dsb.

Meskipun manusia tidak sempurna dan tidak mungkin bagi seseorang untuk sadar 100% tentang semua hal, tapi pribadi yang dewasa mempunyai kesadaran tentang hal-hal setidaknya dengan cakupan yang lebih luas dan dalam daripada orang pada umumnya. Karena kesadaran sudah muncul, pribadi yang dewasa akan mudah untuk diajak berdiskusi, dealing untuk suatu hal dan juga mudah untuk diajak menyelesaikan masalah yang ada. Easy to deal with person.

Memiliki Pemahaman Diri Yang Baik
Kedewasaan yang utama adalah memiliki pemahaman diri yang baik. Dan ini mencakup memahami apa kelebihan kita, apa kekurangan kita, apa sisi dalam diri kita yang perlu dibenahi dan dirubah. Kemudian merespon berdasarkan kebutuhan yang bersumber dari pemahaman diri tersebut. Misalnya, jika merasa dan memahami bahwa diri kurang religius kemudian mendekat dan bergaul dengan orang-orang yang lebih religius. Supaya diri terbantu untuk bisa menjadi lebih religius. Jika paham diri kurang sabar maka mendekat dan bergaul dengan orang-orang yang lebih sabar. Jika paham diri egois maka bergaul dengan orang-orang yang lebih toleran dsb.

Pemahaman diri yang baik sangat krusial karena itu membuat kita merespon dengan cara yang membaikkan diri kita dan bukan sebaliknya. Ibarat misal kita paham diri kita adalah “Api”, kita mencari “Air” untuk menetralisir. Tapi jika misalnya kita “Api” dan tidak sadar bahwa kita “Api”, mungkin kita justru akan mencari bensin dan membuat segala sesuatunya ‘terbakar’. Sebaliknya pemahaman diri yang kurang itu sifat kekanakan yang utama, seringnya merespon dengan cara yang justru membuat segala sesuatunya menjadi semakin buruk. Jadi langkah pertama untuk belajar menjadi dewasa adalah dengan berusaha memiliki pemahaman diri yang baik.

Bagus Dalam Menahan Diri
Menahan diri adalah salah satu hal paling bagus yang bisa dilakukan manusia. Bahkan ada ritual yang diwajibkan dan itu fokus untuk menahan diri : Puasa. Apa esensi dari puasa? Apakah sekedar menahan lapar dan haus? Tentu saja tidak. Esensi puasa adalah menahan hawa dan nafsu dan cakupan dari hawa dan nafsu itu luas. Contoh umum misalnya marah, orang menjadi marah kalau tidak bisa menahan emosi. Dengan kata lain kegagalan dalam menahan emosi. Dan solusi supaya seseorang menjadi tidak pemarah adalah sering-sering belajar menahan emosinya.

Menahan diri, kami menyebutnya lebih menyerupai seperti ‘olahraga’ yaitu sesuatu yang harus dilatih dengan kadar sedikit demi sedikit sampai bisa melakukannya dengan baik. Orang yang dewasa bisa menahan hal-hal yang tidak baik dari dirinya keluar dan merugikan sekitarnya, sebaliknya bisa hanya memunculkan yang baik dari dirinya saja dan itu juga baik untuk sekitarnya. Jadi banyaklah belajar menahan diri, menahan segala sesuatu dari diri kita yang itu sumbernya dari hawa dan nafsu kita karena itu pasti negatif.
Bicara itu perlu, tapi banyak berbicara yang tidak ada isinya dan tidak ada manfaatnya akan terlalu berlebihan. Jadi kita punya hak berbicara tapi sebaiknya menahan diri untuk bicara hanya yang baik dan ada manfaatnya saja. Makan itu perlu tapi kalau tidak menahan diri kita akan sering makan sesuatu yang tidak ada manfaatnya untuk tubuh dan juga keluar banyak biaya. Ada banyak orang yang hobi makan di tempat-tempat yang mahal. Tapi coba pikirkan apakah yang dimakan itu bermanfaat untuk tubuh? Dan apakah tidak keluar banyak biaya? Yang dimakan tidak ada manfaatnya untuk tubuh plus keluar banyak uang. Daripada melakukan itu simple lebih baik orang yang makan di rumah dengan masakan yang sederhana, murah tapi higienis dan bermanfaat untuk tubuhnya.

Itu beberapa contoh menahan diri secara positif. Jika seseorang terus berlatih menahan diri, lama kelamaan dia sanggup menjadi “Master” untuk dirinya sendiri. Dengan kata lain bisa mengontrol dan mengendalikan dirinya sendiri. Dan itu pada akhirnya akan memunculkan kemampuan untuk mengalahkan salah satu musuh besar manusia yaitu egonya sendiri.

Mempunyai Kemampuan Meredam Dan Memanage Ego
Dalam banyak hal sebenarnya individu dalam hati menyadari hal-hal yang harus disadarinya. Sering terjadi yang menghambat dan membuat segala sesuatu semakin buruk adalah Ego. Bisa dikatakan Ego adalah faktor penghambat terbesar untuk kita menjadi dewasa. Kedewasaan dan Ego adalah musuh bebuyutan. Selama kita belum bisa meredam dan memanage ego,  kita belum akan bisa menjadi dewasa. Sebaliknya pribadi yang dewasa sudah mempunyai kesadaran disaat tanda-tanda ego muncul di dalam dirinya. Kemudian sanggup meredam dan memanage egonya sendiri supaya itu tidak berbenturan dengan individu lain. Pribadi yang dewasa menganggap meredam dan memanage ego adalah tanggung jawab sebagai individu. Karena sadar itu bisa menimbulkan masalah, benturan atau konflik, memperburuk situasi dan menimbulkan masalah-masalah yang tidak perlu.

Bisa Memposisikan Diri Dengan Baik
Bentuk kedewasaan yang lain yaitu bisa memposisikan diri dengan baik. Paham dirinya sedang berada dimana, bagaimana konteksnya, dimana batasan-batasannya dan apa hak dan kewajibannya. Itu semua terjadi secara alami muncul dari dirinya tanpa diberitahu atau dinasehati ( Sadar dengan sendirinya ). Contoh konkritnya begini, seseorang menjadi pegawai di sebuah perusahaan. Di satu sisi dia merasakan beberapa keluhan tentang sistem atau kenyamanan tempatnya bekerja kemudian mempunyai beberapa keinginan atas hal itu. Darisitu dia ingin menyampaikan keinginannya itu ke atasan atau siapapun yang berwenang membuat keputusan untuk hal itu. Tapi di dalam menyampaikan keinginan itu sudah dibarengi dengan beberapa kesadaran misalnya :

Saya mempunyai keinginan dan berhak untuk didengarkan.

Di sisi lain ada individu-individu lain di tempat saya bekerja dan mereka mempunyai hak yang sama. Maka dari itu saya harus bersedia bernegosiasi dan berkompromi untuk mencari titik temu dengan keinginan-keinginan yang berbeda.

Karena hak saya juga dibatasi oleh hak orang lain, saya harus bisa menerima seandainya tidak semua keinginan saya bisa diakomodir demi untuk kebaikan bersama.

Saya berhak menyampaikan keinginan dan pendapat tapi atasan saya berhak membuat keputusan. Jika ternyata keputusannya tidak sesuai dengan keinginan saya maka saya juga harus bisa menerima itu ( Tidak dendam, emosi, merajuk dsb ).

Jika ternyata keputusan perusahaan tidak sejalan dengan keinginan saya, saya harus bisa menerima dan menghormati itu. Tapi kalaupun saya tidak bisa menerima maka saya harus memahami bahwa itu menjadi masalah saya pribadi, menjadi dealing saya dengan diri saya sendiri dan pointnya adalah saya tidak bisa membuat segala sesuatu terjadi seperti keinginan saya.

Itulah contoh situasi dari kedewasaan dalam bentuk bisa memposisikan diri. Mungkin anda berfikir itu contoh yang terlalu sempurna dan yang banyak terjadi tidak seperti itu. Itu benar seperti yang sudah kami sampaikan bahwa manusia tidak sempurna. Tapi pribadi yang dewasa kesadarannya dalam memposisikan diri setidaknya sudah mencakup area yang lebih luas. Kita asumsikan ada 5 point yang harus disadari, dia sadar 4 point. Dan meskipun ada point yang dia belum sadar, tapi untuk pribadi yang dewasa tidak sulit untuk membuatnya sadar tentang itu. Dialog dan upaya untuk membuatnya sadar itu akan minimal. Hal ini berhubungan dengan point selanjutnya…

Mudah Dibuat Mengerti
Mudah dibuat mengerti, dengan kata lain tidak keras kepala dan tidak kepala batu. Bersedia beradaptasi untuk mencari sudut pandang yang tepat supaya dirinya bisa melihat sesuatu secara proporsional. Jika ada kesalahpahaman, mudah untuk dijelaskan atau diluruskan. Jika melakukan kesalahan, mudah untuk memahami kesalahannya dan mudah untuk meminta maaf. Jika orang lain yang melakukan kesalahan, mudah untuk memaklumi dan memaafkan. Orang yang kita tidak butuh mengeluarkan banyak upaya dan energi untuk membuat dia mengerti dan memahami sesuatu hal, suatu kondisi atau suatu masalah. Mudah diajak bicara dan diskusi untuk hal-hal yang sifatnya menuju titik temu. Tidak perlu harus selalu ribut dan bertengkar untuk mencari titik temu dari situasi-situasi yang ada.

Melihat Dan Menyimpulkan Sesuatu Secara Imbang Dan Proporsional
Bentuk kedewasaan yang lain adalah melihat dan menyimpulkan sesuatu secara bijak, sabar, imbang, di tengah-tengah dan proporsional. Seperti apakah sikap kekanakan itu? Salah satunya adalah melihat dan menyimpulkan sesuatu secara kebablasan, kalau gak bablas ke ‘kiri’ ya bablas ke ‘kanan’. Tidak bisa imbang atau di tengah-tengah. Ini adalah akibat dari melihat dan menyimpulkan sesuatu masih dengan emosi. Situasi dilihat dan disimpulkan sekedar supaya sesuai keinginan dan bukan bagaimana dari sisi yang seharusnya( atau sisi yang benar ). Jadi sikap dewasa adalah kebalikan dari itu.

Contoh situasinya begini, untuk orang yang masih kekanakan jika melakukan kesalahan akan sulit untuk diingatkan dengan tanpa menimbulkan masalah, atau dengan tanpa dia menyimpulkan teguran yang diberikan kepada dirinya ‘keluar’ dari proporsi yang seharusnya. Teguran yang disampaikan kepada dirinya, sulit untuk menemui ‘sasaran’ karena itu diartikan bablas ke satu sisi atau sisi yang lainnya. Dan seringnya itu cuma karena ingin menghindar dari kesalahan. Efeknya adalah hal yang simple jadi rumit, bahkan untuk diri sendiri. Orang dengan sikap kekanakan menjadi pribadi yang sulit untuk diajak bicara untuk mencari titik temu.

Sebaliknya orang dengan sikap dewasa misal dia melakukan kesalahan, sebuah teguran yang tepat akan mudah menemui sasaran dengan tanpa menimbulkan efek yang tidak perlu. Pribadi yang dewasa bisa menerima teguran yang beralasan dengan bijak dan proporsional, sekaligus dengan tanpa harus merasa rendah diri atau merasa diri buruk. Teguran itu direspon secara positif dan tepat dan juga teguran tidak diartikan keluar dari proporsinya hanya karena ingin mengelak dari kesalahan.

Selalu Bersedia ‘Menyisakan’ Ruang Untuk Titik Temu
Apakah orang yang dewasa tidak bisa salah paham dan tidak bisa mempunyai masalah dengan orang lain? Tentu saja bisa karena sedewasa apapun seseorang tetap saja masih manusia biasa, dengan segala sifat yang manusiawi. Tapi perbedaannya, jika orang yang dewasa salah paham atau punya masalah dengan orang lain, dia bersedia menyisakan ruang untuk terjadinya titik temu. Meskipun mungkin sudah menyimpulkan sesuatu tapi masih bisa ditawar atau di ‘nego’ supaya ada jalan tengah atau titik temu dengan pihak lain. Untuk apapun yang sudah disimpulkannya, masih bersedia mendengar dan berpikiran terbuka supaya terjadi titik temu. Semua orang bisa salah paham dan mempunyai masalah dengan orang lain, kedewasaan adalah pembeda dalam bagaimana menyikapi hal tersebut. Jika terjadi masalah, sikap dewasa adalah sikap yang mendukung terwujudnya titik temu, jalan keluar dan penyelesaian masalah.

Melihat Situasi Dalam Bentuk Pilihan Atau Opsi-Opsi
Kedewasaan adalah juga suatu kondisi disaat di dalam diri kita sudah muncul kemampuan untuk memilah sikap dan respon dalam bentuk opsi-opsi. Kemudian mempertimbangkan masing-masing opsi dan memilih salah satu opsi yang dianggap terbaik sebagai SIKAP atau RESPON.
Jadi sebaliknya, Kekanakan adalah kondisi dimana “Sikap” dan “Respon” masih sebuah hal yang impulsif begitu saja muncul dari diri tanpa disadari dan dikendalikan.
Alaminya, apa yang terjadi di dalam diri kebanyakan orang disaat berada dalam sebuah situasi atau masalah? Merespon, dan salah satunya dalam bentuk sikap tapi “Respon” yang keluar dari dalam diri itu sifatnya masih sebuah reflek. Sebuah spontanitas yang cenderung tidak disadari dan tidak dikontrol. Muncul dengan begitu saja dari dalam diri secara impulsif.


Kedewasaan adalah sebuah kondisi diri, dimana kemampuan untuk mengontrol respon dan sikap itu sudah muncul. Sebagai gambaran pribadi yang dewasa disaat berada dalam sebuah situasi atau masalah akan berfikir : Apa saja opsi saya dalam situasi atau masalah ini dan apa opsi terbaik yang bisa saya ambil sebagai Sikap atau Respon?

Hasil akhirnya tetaplah sebuah “Sikap” dan “Respon” hanya perbedaannya, itu menjadi sebuah “Sikap” dan “Respon” yang sudah dihitung dan dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya. Darisitu, Sikap atau Respon itu menjadi sesuatu yang terukur efek dan dampaknya. Dengan kata lain menjadi minimal dampak buruk atau dampak yang tidak diinginkan yang muncul dari Sikap dan Respon tersebut.

Secara garis besar ini adalah perbedaan bersikap dan merespon menggunakan logika dengan menggunakan emosi. Kedewasaan adalah bersikap dan merespon dengan menggunakan logika, sebaliknya Kekanakan adalah bersikap dan merespon dengan emosi. Dalam sebuah sikap atau respon yang bersifat reflek dan spontan, faktor apa yang biasanya mempengaruhi dan mengendalikan itu?

Rasa marah, jengkel, tersinggung. cemas, khawatir, cemburu dan sebagainya. Intinya hal-hal yang bersumber dari impuls, emosi atau perasaan. Karena itu muncul dari emosi biasanya efek atau dampaknya menjadi tidak terukur, dalam arti banyak efek yang muncul bahkan tidak disadari oleh individu yang mengeluarkan sikap dan respon tersebut.

Kemampuan memilih opsi-opsi dari situasi atau masalah yang ada kemudian memilih opsi terbaik sebagai sikap atau respon, artinya sangat luas. Jika individu sudah memiliki kemampuan itu di dalam dirinya, itu bisa diartikan dirinya sudah memiliki Kedewasaan. Karena pasti sudah terjadi proses sampai menuju kondisi tersebut. Itu bukanlah sebuah pencapaian pribadi yang bisa begitu saja didapat dengan instan. Itu memerlukan kebijaksanaan dan management diri yang baik dimana biasanya untuk mencapai itu, individu biasanya sudah mempunyai banyak pengalaman hidup.
Pengalaman hidup adalah faktor krusial yang mempengaruhi kedewasaan. Biasanya kita sulit menjadi dewasa tanpa mengalami banyak hal terlebih dahulu. Pengalaman hidup berfungsi sebagai semacam jam terbang. Dan seperti yang kita sudah tahu, di bidang apapun kita butuh jam terbang untuk sampai pada performa terbaik.
Pengalaman hidup adalah juga proses supaya kita mendapatkan sudut pandang terbaik dari suatu hal. Proses yang terjadi dalam pengalaman hidup, adalah proses try and error dari hal-hal yang menurut kita benar. Dimana proses itu terjadi dengan cara kita melakukan apa yang menurut kita benar kemudian dari kejadian-kejadian hidup yang kita alami yang memberitahu kita apakah yang menurut kita benar itu sudah benar atau belum.

Dari masalah, hambatan atau rintangan dari melakukan apa yang menurut kita benar itulah yang akan memberi kita sudut-sudut pandang baru tentang apa yang menurut kita benar. Analoginya seperti ilmuwan yang sedang melakukan riset dan eksperiment. Eksperiment pasti dimulai dari sebuah ide tentang sesuatu, kemudian itu di uji coba, terjadi sekian kesalahan, terus dicoba dengan cara, rumus atau bahan yang berbeda sampai akhirnya menemukan formula terbaik.

Pengalaman memberikan dampak ke dalam hidup kita persis dengan cara seperti ini. Diawali dengan kita melakukan yang kita pikir benar, darisitu muncul hambatan atau masalah, kemudian kita berfikir apa solusinya dan pendekatan apa yang harus dirubah, kemudian solusi dan pendekatan yang berbeda itu kita coba lakukan dan begitu seterusnya sampai kita menemukan ‘formula’ terbaik.

Seorang ilmuwan tidak menemukan formula terbaik dengan cara mempunyai ide, mencobanya sekali dan kemudian selesai formula ajaib sudah ditemukan dengan begitu saja. Pasti ada proses untuk itu yang cukup panjang. Sekian percobaan atau try and error, sekian pendekatan yang dirubah, sekian rumus yang dirubah, sekian metode yang dirubah, sekian bahan yang dirubah dan sebagainya. Begitu juga dengan proses kita menjadi dewasa, itu tidak terjadi dengan begitu saja. Tapi terjadi dengan awalnya kita melakukan hal yang menurut kita benar, try and error, mencoba berbagai cara dan berbagai pendekatan sampai kita di titik mendapatkan sudut pandang yang paling benar atau paling ideal dari sesuatu.

Semua proses yang terjadi itulah yang pada akhirnya membawa kita pada sebuah kondisi yang disebut dengan Dewasa. Dan seperti yang sudah kami sebutkan, Kedewasaan salah satunya adalah kemampuan melihat situasi atau masalah yang ada dalam bentuk opsi-opsi kemudian memilih opsi terbaik sebagai sikap atau respon. Hasil akhirnya itu membuat anda mempunyai kemampuan untuk melakukan penyesuaian diri dan sikap atas hal-hal yang anda hadapi dalam hidup anda.

Kedewasaan yang sempurna…

Bentuk kedewasaan yang terakhir ini sangat sulit dan hanya sedikit yang benar-benar bisa melakukannya tapi asalkan kita mau berusaha untuk itu, maka pasti akan ada kemajuan dalam kedewasaan kita…

edewasaan yang sempurna adalah disaat orang menyakiti anda, anda berusaha memahami dan memaklumi situasinya dan tidak membalas menyakiti.

Seperti yang kita tahu, sangat jarang kita melihat hal ini dan sangat sedikit contoh dari hal ini yang bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Ini bukan hal yang mudah dan sangat berlawanan dengan kecenderungan manusia. Tapi yang diperlukan hanyalah kita mau untuk mencoba dan tidak harus langsung bisa. Bisa itu sendiri akan datang dengan berjalannya waktu setelah terus mencoba. Hal terpenting pertama adalah menyetujui hal ini kemudian mau mencobanya. Atau kalaupun belum mau mencoba tapi dalam hati membenarkan hal ini dulu dan berniat suatu saat mencobanya.


Apakah Kedewasaan atau Sikap Dewasa bisa selalu bekerja?

Tergantung situasinya. Dalam konteks hubungan dengan orang lain atau hubungan sosial, ada saatnya meskipun anda sudah berusaha menjadi dewasa itu tidak membuat perbedaan. Jika anda berada dalam sebuah komunitas yang semuanya masih kekanakan, kedewasaan anda mungkin bukan hal yang dihargai dan juga tidak menyelesaikan masalah. Karena dalam sikap dewasa itu artinya adalah anda berusaha bersikap dengan benar. Tapi anda berusaha bersikap dengan benar itu bisa menjadi tidak berarti jika anda berada di lingkungan yang bahkan tidak peduli dengan sikap. Anda berusaha bersikap dengan benar di dalam lingkungan yang bahkan tidak peduli seperti apakah sikap yang benar atau salah itu. Jika anda berada dalam situasi ini, kemungkinan besar kedewasaan anda tidak membuat hal-hal yang tidak beres bisa menjadi beres. Simple, anda berada di lingkungan yang salah.
Meskipun begitu, Kedewasaan lebih bersifat sebuah kewajiban. Kalau anda berada di lingkungan seperti itu, janganlah itu menyurutkan langkah anda untuk berusaha menjadi dewasa. Terlepas dari seperti apa lingkungan kita, menjadi individu yang dewasa adalah sebuah kewajiban dan pencapaian dalam hal kebaikan yang harus kita upayakan.

Sebaliknya jika anda berada komunitas atau lingkungan yang peduli dengan sikap-sikap yang baik, kedewasaan anda akan sangat dihargai dan juga membuat keadaan menjadi lebih baik. Jika anda misalnya seorang pegawai di sebuah kantor dan anda pribadi yang dewasa, anda pasti akan menjadi rekan kerja yang menyenangkan dan berkualitas untuk rekan-rekan kerja anda, dan anda juga akan menjadi bawahan yang disenangi oleh atasan anda. Seorang pegawai yang dewasa dan mempunyai kesesuaian sikap dengan kultur kerja, mudah dibuat mengerti dan kooperatif adalah tipe pegawai yang diimpikan semua pemimpin perusahaan. Dalam situasi seperti itu, kedewasaan anda membawa perubahan baik pada keadaan dan juga akan di apresiasi oleh lingkungan anda secara semestinya.

Sebuah keadaan baik di dalam diri, akan lebih mudah dicapai jika kita berada di dalam lingkungan yang mendukung hal tersebut. Supaya kita lebih mudah menjadi pribadi yang dewasa tentu saja sebaiknya kita bergaul dengan individu-individu yang dewasa. Karena lingkungan yang tepat itu akan banyak membantu kita melewati proses-proses yang sulit dari menjadi pribadi yang dewasa. Jadi jika anda sedang ingin menjadi pribadi yang dewasa, berusahalah selektif dalam memilih teman dan lingkungan anda.


Demikian yang bisa saya sampaikan tentang arti kedewasaan, semoga menginspirasi anda tentang bagaimana menjadi dewasa. Apa pendapat anda tentang kedewasaan? Silahkan menulisnya di comment dan share jika anda mendapati artikel ini bermanfaat!

Remember, with great power, comes great responsibility.

Selasa, 17 Mei 2016

Untuk Bersyukur Itu ,,, tidak mudah !


Tuhan,,
hari ini aku tidak bermaksud mengeluh dengan rencana dan jalan yang engkau berikan, tapi begitu banyak hal yang ingin kukatakan pada-Mu,,,

Jika saja bisa..
aku ingin memelukmu erat saat kesendirian begitu menyiksaku, disaat rasa gundah memukulku.
Ada banyak hal yang ingin kusampaikan pada-Mu walau aku tau tak ada hal yang tidak engkau ketahui dalam diriku.

Tuhan,,
hari ini aku tidak bermaksud lupa atas apa yang telah engkau anugerahkan padaku, namun sebagai seorang manusia,, hati kotor yang kumiliki masih jauh dari apa yang engkau harapkan.

Tuhan,,
mataku masih terbelalak dengan hal-hal yang bisa membawaku kejurang yang salah. Hal itu sangat mengotori hatiku. Semakin aku berjalan, semakin banyak hal-hal yang menguji hatiku, menguji mata dan telingaku, walau ku  tau hal ini salah tapi hal ini bahkan semakin menempel dalam diriku.



Tuhan,, adakah jalan untuk menjauhinya ?
bahkan terkadang aku lupa dan ingkar atas apa yang kumiliki,padahal jika kupikirkan kembali ada banyak hal yang harus kusyukuri dalam diriku sendiri. Tidak jarang hari-hariku sulit karena memikirkan hal (salah) itu.

Tuhan,, aku merindukanmu..
datangi aku dalam mimpi malam inii saja,,
Walau tak dapat kulihat nanti,, tapi paling tidak aku merasakan kedatangan-Mu dihatiku.



Banyak hal yang ingin kukatakan pada-Mu, walau sebenarnya telah kupaparkan selama ini dalam setiap doa sederhana yang kupanjatkan pada-Mu.

Tuhan,, aku malu,,
aku malu memiliki hati yang susah bersyukur, susah merasa puas dan susah merasa cukup,, doa yang kupanjatkan mungkin saja sederhana bagi-Mu, maaf jika selama ini doa yang kupanjatkan terlalu banyak memiliki cabang. Tapi sebagai seorang manusia aku berharap engkau memahaminya Tuhan (pikirku saat berdoa pada-Mu).

Tuhan,,
aku tidak memiliki rumah sesempurna engkau, seluas engkau, dan sebesar engkau. Hingga sampai detik ini harta yang paling kubanggakan dalam diriku adalah aku masih punya Tuhan yang akan mendengar segala yang kupanjatkan, hingga terkadang aku merinding meyaksikan segala jalan yang engkau perlihatkan didepan mataku sendiri. Namun, satu hal yang selalu membuatku malu adalah hatiku terlalu sering (lengah) atas apa yang sudah engkau titipkan padaku hingga sampai saat ini. Betapa tidak tau dirinya, dan betapa tak tau diuntungnya tindakan itu.

Tuhan,,
aku lengah karena lalai dari-Mu..
Maafkan aku Tuhan..

Jumat, 13 Mei 2016

Aku Membenci Punggung-punggung yang Membelakangiku

Mereka yang terkadang tidak paham bagaimana harus menghargai seseorang yang memiliki kepedulian besar terhadap dirinya. Terkadang dalam hidup itu ada beberapa hal yang mendatangkan kebahagiaan, salah satunya bersama dengan orang-orang yang memiliki peran besar terhadap kehidupan yang kita miliki, tentu saja saat ketika sudah merasa nyaman dekat dengan(nya), saling mengerti dan saling paham satu sama lain ada teriakan kecil yang timbul dari dalam hati, batin mungkin akan perlahan-lahan mengatakan tolong jangan tinggalkan aku ! Sampai berulang-ulang hal akan mengatakan(tinggallah disini bersamaku walau sejenak, bantu aku melewati hari-hariku yang berat).
Mencintai hal yang membawa kebahagiaan dalam kehidupan yang kita miliki merupakan hal yang sangat wajar, jadi ketika muncul sebuah pertanyaan yang mengatakan bahwa “mengapa kamu mencintai hal itu ?” jawabannya simpel “karena hal itu memberiku rasa bahagia”. Bahagia tidak hanya bisa diukur dari seberapa sering kamu tersenyum saja, dari seberapa sering kamu tertawa, tapi bahagia itu adalah saat ketika kamu mampu bersyukur atas apa yang kamu miliki sekarang. Bahagia tidak pernah jauh sebenarnya tapi rasa syukurmu itu yang terlalu jauh.
Aku membenci punggung-punggung yang membelakangiku,,
namun ketika tiba-tiba dia harus pergi, mereka harus pergi, orang-orang yang kamu cintai dan orang-orang yang kamu butuhkan harus pergi setelah memberimu sebuah sapaan bahagia, artinya mereka harus memalingkan wajah mereka dari hadapanmu lalu memperlihatkan punggung yang mereka miliki apa yang kamu rasakan ?
Kekecewaan batinku akan menangis, hatiku akan menangis tersedu-sedu lalu mengatakan(mengapa kedatangannya hanya memunculkan ribuan alasan untuk pergi meninggalkanku disaat aku sangat membutuhkannya).
Itulah mengapa aku sangat membenci punggung-punggung yang berbalik membelakangiku. Apa yang kumiliki bukan hal yang abadi, oleh karena itu (ikhlas) itu harus kuhadirkan dari dasar hatiku, meskipun aku membenci segala hal yang harus meninggalkanku, tapi satu hal yang harus tertanam dalam hatiku adalah Tuhan memiliki rencananya sendiri, kita sebagai seorang manusia hanya bisa menjalaninya saja.
Sepanjang peristiwa-peristiwa yang telah kulalui, sampai saat ini aku belum pernah merasakan bahagia setelah melihat orang-orang yang kubutuhkan memperlihatkan punggung mereka, satu hal yang kurasakan adalah hanya sebuah rasa (kecewa) tak ada hal lain, hanya rasa kecewa yang melumuri batinku, hanya kecewa yang melumuri hati kecilku.
Aku terkadang berpikir betapa usia 6 tahun kebawah itu sangat kurindukan, saat dimana keinginan masih kemungkinan besar bisa terpenuhi dengan baik, saat belum mengerti banyak hal dan saat-saat dimana masalah masih dianggap biasa-biasa saja, saat dimana penuh dengan pikiran”masa bodoh”. Tapi hal itu juga biar bagaimanapun tidak akan bisa kembali bukan ?
Aku membenci punggung-punggung yang membelakangiku, mereka yang tidak paham betapa seseorang sangat membutuhkannya, dan meraka yang mungkin juga memiliki alasan kenapa ia harus pergi, mungkin saja tidak merasakan apa-apa, bahkan tanpa merasa bersalah sedikitpun, bahagia dengan langkah kaki mereka setiap hari tanpa merasa bersalah sedikitpun dan tanpa berpikir bahwa ada seseorang yang menangis atas kepergianku, ada seseorang yang tidak menginginkan kepergianku (alasan ini yang semakin membuatku betapa aku sangat membenci punggung itu).
Meskipun mungkin suatu saat nanti akan ada yang merasakan hal yang seperti itu, maka berpikirlah sedikit untuk berusaha tetap tersenyum dihadapan semua orang, sedihnya tidak usah dibagi-bagi, kalu bisa yaa disembunyikan saja, bukan rasa sedih yang harus dibagi, tapi hanya rasa bahagialah yang mesti dibagi-bagi.
Aku membenci punggung-punggung yang membelakangiku.


BAGAIMANA MUNGKIN KITA MENGINGINKAN YANG TERBAIK SEDANG KITA MASIH BELUM MAMPU MEMBENAH DIRI SENDIRI ?


Assalamualikum saudara seiman,,

Hidup setiap hari dengan urusan yang masing-masing berbeda tanpa kita sadari akan mempertemukan kita dalam hal yang sama sekali mungkin tidak pernah disangka-sangka sebelumnya. Urusan yang terlalu banyak terkadang tanpa kita sadari membuat kita menunda hal yang seharusnya tidak boleh untuk ditunda, urusan yang terlalu banyak terkadang tanpa kita sadari membuat kita lupa terhadap apa yang seharusnya tidak boleh untuk kita lupakan, ini merupakan pengalaman juga bagi saya, bukan hal yang asing bagi saya mengenai hal-hal yang seperti ini.

Ketika kita menggilai urusan dunia, rasanya kita ingin selalu mendapatkan segala hal yang terbaik. Yaaaa (segala hal yang terbaik)...
Namun bagaimana bisa kita menginginkan yang terbaik sedang dilain sisi kita masih belum mampu memperbaiki diri untuk menjadi seseorang yang terbaik pula.
Menginginkan yang terbaik sudah menjadi kodrat bagi seorang manusia, bagaimana tidak ?
Seorang manusia tidak pernah mengharapkan hal buruk sampai terjadi dalam kehidupannya, mereka selalu melakukan apapun untuk menghindari hal itu.

Ketika seseorang mencintai dan menginginkan sesuatu, apa pun mungkin akan muncul pada tindakan yang akan ia lakukan.
Kita ambil contoh pada seseorang yang sedang jatuh cinta yaa, seseorang yang jatuh cinta ketika pada awalnya ia tidak paham tentang puisi dan lain sebagainya yang serupa, tiba-tiba saja akan menjadi sesorang yang mampu bersyair (menghias kata dalam puisi sesuai yang terasa dari dalam hatinya) bukankah itu lucu ?
Nah inilah terkadang tidakan-tindakan yang kita lakukan tanpa kita sadari akan mengubah kita dari sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, dari sebelumnya tidak paham menjadi paham, dan dari sebelumnya tidak mengerti menjadi mengerti.

Saudaraku,,,
Ketika kita mengharapkan hal yang terbaik, berusahalah untuk terlebih dahulu memperbaiki diri.
jika perlu berdirilah didepan cermin seperti yang sering saya lakukan, berdiri didepan cermin dan tatap diri dengan seksama, tanyakan pada diri bahwa apa yang telah saya lakukan ?
Renungkan baik-baik sudah pantaskah kita mengharapkan apa yang betul-betul kita harapkan itu???
Sebab Allah Maha Mengetahui, penglihatannya tidak pernah sekalipun jeli terhadap hal-hal kecil yang terjadi dalam kehidupan hamba-Nya, orang baik untuknya segala hal yang baik pula, bukan begitu ?

Memiliki keinginan sudah pasti dimiliki oleh setiap orang, orang yang seperti apa yang tidak memiliki keinginan ? Saya yakin setiap orang memiliki keinginan, entah keinginan yang seperti apa pun itu, seseorang akan lebih mahir bertindak ketika tindakannya berdasar atas keinginan yang bergejolak, ketika kita menginginkan sesuatu sudah pasti ada usaha yang muncul, inilah kodrat kita sebagai seorang manusia. Bahkan keinginan yang bergejolak tanpa kita sadari akan membuat diri mengorbankan segalanya. Kurang lebih seperti itulah tindakan-tindakan yang sering kita lakukan, jika tanpa iman yang kuat hidup kita akan menjadi hidup yang paling buruk.

Saudaraku,,
Keinginan merupakan dasar dari tindakan yang akan kita lakukan, oleh karenanya berusaha memiliki keinginan yang baik dengan menjadikan diri sendiri pribadi yang baik pula.
Mencoba memahami keinginan hati dengan menurutinya akan menjadi hal yang paling baik, asalkan iman tetap kita jaga, iman tetap kita pelihara dengan baik, kata hati tidak akan salah, kalaupun terjadi hal yang tidak sesuai dengan keinginan sementara kita sudah mengikuti kata hati kita itu hanya merupakan ujian dari Tuhan, mungkin rintihan doa yang kita panjatkan kepada-nya terlalu indah terdengar oleh-Nya maka dari itu ia tidak mengabulkannya secara langsung, artinya Tuhan mendengar doa-doa kita dengan cara yang sesuai perencanaan-Nya sendiri, tidak usah khawatir, Allah Maha Adil, dan sampai kapanpun itu tidak akan pernah berubah.
Kuatkan diri dan perbaiki iman, berusaha memperbaiki diri jika betul-betul menginginkan yang terbaik, ini merupakan pelajaran juga bagi kita semua.



Wassalam. ^_^



( HIKMAH ) ALLAH MAHA TAHU DAN MENGINGINKAN YANG TERBAIK UNTUKMU

Indahnya Islam
Islam adalah agama yang indah, agama tauladan dan agama rahmatan lil 'alamin


Sungguh Allah telah menyusun miliaran mata rantai kehidupan diantara makhluk-makhluk-Nya. Tidak seekor nyamuk pun yang luput dari kemahatahuan-Nya. Semua terawasi dengan baik. Bahkan sehelai daun yang jatuh di tengah hutan belantara di negeri antah berantah pun terjadi atas kehendak-Nya. Segala sesuatu teratur sedemikian rupa, menunjukkan bahwa Dia lah Yang Maha Agung. Demikian pula halnya dengan perjalanan hidup kita. Allah SWT juga telah mengaturnya. Siapa diri kita, dimana kita berada .

Banyak orang yang berspekulasi dengan keberuntungan. Ada yang menspekulasikan hartanya pada keberuntungan dengan bermain judi. Ada yang berharap nasib baik datang dengan mendatangi paranormal, ada juga yang tidak melakukan apa-apa, berdiam diri dan menunggu ada hal baik yang mampir dengan sendirinya. Tak jarang kita menyaksikan hal-hal semacam itu di lingkungan kita.

Pada hakekatnya, Allah tidak mengenalkan istilah beruntung pada hamba-Nya. 
Itu merupakan sebuah ujian.
Suatu ketepatan peluang yang diberikan oleh-Nya dengan kemampuan kita untuk menyusup di celah-celah peluang tersebut. Bersyukurlah jika kita memperoleh sesuatu yang lebih dan bersabarlah jika kita masih belum mendapatkan apa yang diinginkan, meskipun kita telah berusaha sekuat tenaga. Pasti ada rahasia dabalik itu semua, karena Allah juga telah merencanakan.

Jadi, sebenarnya kita sekarang sedang memerankan suatu profesi dalam sebuah “drama” diatas panggung dunia ini.

Setelah kita mengakhiri peran tersebut, kita akan kembali pada hakekat diri kita bahwa kita hanyalah seorang hamba Allah. Yang menjadi patokan sukses atau tidak adalah waktu yang telah kita jalani selama berperan diatas dunia. Semua itu akan ada balasan dari Yang Maha Adil. Tidak ada yang disia-siakan. Semuanya akan dipertanggungjawabkan dan memperoleh balasan yang setara.


QS Al-Baqarah ayat 216, Allah SWT berfirman:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

Allahumma ya Arhamaa Rrahimiin / Wahai Allah, Maha Penyayang di antara para penyayang
Sayangilah kami ya Allah…
Jadikanlah kami orang-orang yang Engkau cintai,
sekaligus orang-orang yang mampu untuk saling mencintai…
Sebagaimana kami selalu mengharap ampunan dan maaf dariMu…
jadikan pula kami orang-orang yang mampu memaafkan orang lain…

Angkatlah segala marah & iri, benci & dendam,serta kekecewaan dari diri kami. Aamiin 


^_^