Kamis, 19 Maret 2015

Maafkan Egoku

Maafkan Egoku 


Intro : B F# B F# E F# B F#….


Kusadari,
   F#
terlalu besar 
           B
ego yang kumiliki
  F#
Selalu mementingkan 
    E    
keinginan hati 
F#          B  F#
menang sendiri….

    B 
dan Ku tau ini, 
  F# 
begitu besar 
         B
salah ku padamu kasih.
    F#
Tak pernah tau 
        E
bahwa sebenarnya kamu 
F#         B  F#
sangat peduli….

C#m
Maafkan egoku 
       E
yang selalu menentang 
     F#
kelembutanmu.

C#m
Maafkan diriku 
            E
yang tak paham akan 
         F#
ketulusanmu…. 

Reff I:
  B                  E
  Kau boleh marah padaku, 
  E-D#m C#m               F# 
  tapi..jangan acuhkan dirimu 
      B       ….F#
  dihadapan ku….
  B                   E
  Kau boleh menghukum aku, 
  E-D#m C#m                  F# 
  tapi..jangan pudarkan rasa sayang mu 
        B ….F#
  untuk ku….

C#m F# B..E B E B
C#m F# B..E B E B
C#m F# B…..

C#m
Maafkan egoku 
       E
yang selalu menentang 
     F#
kelembutanmu.

C#m
Maafkan diriku 
            E
yang tak paham akan 
         F#
ketulusanmu…. 
 G#m
wooo

Reff II:
  C#                  F#
  Kau boleh marah padaku, 
  F#-Fm  D#m               G#
  tapi...jangan acuhkan dirimu 
      C#      ….G#
  dihadapan ku….
  C#                  F#
  Kau boleh menghukum aku, 
  F#-Fm  D#m                  G#
  tapi...jangan pudarkan rasa sayang mu 
        C# ….G#
  untuk ku….

  C#                  F#
  Kau boleh marah padaku, 
       D#m               G#
  tapi jangan acuhkan dirimu 
      C#      ….G#
  dihadapan ku….
  C#                  F#
  Kau boleh menghukum aku, 
       D#m                  G#
  tapi jangan pudarkan rasa sayang mu 
        C# ….G#
  untuk ku….
       D#m                  G#
  tapi jangan pudarkan rasa sayang mu 
        C# ….G#
  untuk ku….
         D#m                  G#
  karena hanya engkaulah tyang tercurah
        C# ….G# C#
  dihatiku…. 

gimana caranya

gimana caranya jadi
satu-satunya di hatimu
gimana caranya kau rindu
aku jauh kau tak bisa tidur

gimana caranya bila di keramaian
hanya aku saja yang
kau cari-cari
gimana caranya agar matamu hanya melihat
dan hanya memujaku saja tak ada yang lain

gimana caranya sepenuhnya aku dapat
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
gimana caranya jadi satu-satunya di hatimu

gimana caranya kau rindu, aku jauh kau tak bisa tidur
gimana caranya bila di keramaian hanya aku saja yang kau cari-cari
gimana caranya agar matamu hanya melihat
dan hanya memujaku saja tak ada yang lain

gimana caranya sepenuhnya aku dapat
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
jiwa dan ragamu hanya milikku saja
gimana caranya agar matamu hanya melihat

dan hanya memujaku saja tak ada yang lain
gimana caranya sepenuhnya aku dapat

jiwa dan ragamu hanya milikku saja
jiwa dan ragamu hanya milikku saja

Bahasa artifisial

Bahasa buatan

Bahasa artifisial atau bahasa buatan atau bahasa terkonstruksi (dikenal dengan sebutan conlang singkatan dari istilah Inggrisconstructed language) oleh para penggemarnya. adalah sebuahbahasa yang kosa kata dan tata bahasanya diciptakan oleh seseorang atau sebuah kelompok kecil. Bahasa ini bertolak belakang dengan bahasa alami (ing: natural language, Natlang) yang secara alamiah ber-evolusi sebagai bagian dari sebuah budaya. Beberapa di antara conlang diciptakan untuk digunakan dalam komunikasi manusia (biasanya berfungsi sebagai bahasa auksiliari internasional), beberapa lainnya diciptakan untuk digunakan dalam karya fiksi atau eksperimen, komunikasi rahasia, atau bahkan hanya untuk iseng saja.
"Bahasa terencana" sinonim dari conlang ini kadang digunakan untuk mengacu kepada bahasa auksiliari internasional, dan oleh mereka yang menolak istilah "artifisial" di taruh pada bahasa mereka. Orang orang yang bisa berbicara Esperanto sebagai contoh menyatakan bahwa "Esperanto adalah bahasa artifisal seperti layaknya mobil adalah kuda artifisal". Namun, istilah bahasa terencana ini jarang digunakan di luar komunitas Esperanto

Sekilas[sunting | sunting sumber]

Bahasa terkonstruksi seringkali dibagi menjadi bahasa a priori dan a posteriori. Bahasa a priori mempunyai kosakata dan tata bahasa diciptakan dari awal (bisa menggunakan imajinasi sang pencipta atau dengan proses komputasional). Sedangkan bahasa a posteori, kosakata dan tata bahasanya didasarkan dari satu atau lebih bahasa alami. Bahasa fiksi dan eksperimental dapat juga bersifat 'naturalistik', maksudnya bahasa tersebut memang diciptakan untuk terdengar alamiah, dan apabila didasarkan posteriori, bahasa tersebut mencoba mengikuti aturan alamiah dari fonologikal, leksikal dan tata bahasa. Karena bahasa ini biasanya tidak diperuntukkan untuk kemudahan pembelajaran atau komunikasi, bahasa naturalistik bahasa fiksi biasanya lebih susah dan rumit. (karena bahasa tersebut mencoba meniru perilaku yang biasa ditemui di bahasa alami seperti kata kerja dan benda yang tidak reguler, aturan fonologis yang rumit, dll.) Jadi, berdasarkan keterangan di atas, bahasa terkonstruksi dapat dibagi menjadi:
  • bahasa auksiliari (ing: auxiliary language, auxlangs) - bahasa yang diciptakan untuk komunikasi international
  • bahasa artistik (ing: artistic language, artlangs) - bahasa yang diciptakan dengan lebih melihat ke unsur estetikanya
  • bahasa logis (ing: logical language, loglangs) - bahasa yang diciptakan untuk keperluan dalam eksperimentasi dalam logika atau filosofi
Sebuah bahasa terkonstruksi dapat mempunyai penutur ibu (native speakers), apabila sang anak mempelajarinya dari kecil dari orang tua yang mempelajarinya. Diperkirakan Esperanto mempunyai jumlah penutur asli sebanyak antara 200 sampai 2.000 orang. Seorang anggota dari Klingon Language Instituted'Armond Speers, mencoba untuk membesarkan anaknya sebagai native speaker dari Klingondan Inggris, namun dia menemukan bahwa pada waktu itu, kosakata Klingon tidak cukup besar untuk mengekspresikan benda yang sering ditemui di rumah, "meja" dan "botol" sebagai contohnya.
Pengguna bahasa terkontruksi juga kadang-kadang mempunyai alasan lain mengapa mereka menggunakannya. Di antara alasan tersebut, Hipotesa Sapir-Whorf yang terkenal (walaupun masih diperdebatkan kebenarannya) sering disebut. Hipotesa tersebut mengklaim bahwa bahasa yang kita bicarakan mempengaruhi cara kita berpikir, sehingga, bahasa yang "lebih baik" harusnya dapat membuat sang pembicaranya mencapai tingkat intelegensi yang lebih tinggi, atau dapat menerima titik pandang yang lebih beragam.

Bidadari, Huur dan Teman Setia

Default Bidadari, Huur dan Teman Setia


Istilah BIDADARI dalam Al Qur’an disebut ‘huur‘.

Quraish Shihab dalam bukunya Tafsir al-Mishbah menyatakan bahwa istilah ‘huur’ tersebut merupakan bentuk kata yang bebas kelamin, artinya bisa diartikan sebagai perempuan dan bisa juga laki-laki.

Quote:
Kesan yang dimunculkan oleh kata ‘huur’ tersebut adalah terkait dengan : keindahan, kesetiaan, pengabdian, pasangan yang serasi dan sebagainya.

Karena keberadaan ‘huur’ tersebut merupakan sesuatu bentuk ghaib yang belum bisa kita temukan padanannya dalam kehidupan dunia, maka pikiran kita tentu saja boleh secara bebas menafsirkan bagaimana sosoknya.

Tentu dengan catatan, sepanjang tidak terlepas dari sifat-sifat dan ciri yang melekat kepada kata tersebut, dan ini bukan hanya terbatas kepada bentuk wanita yang cantik sebagaimana pemahaman kita tentang bidadari.
Lingkungan Sosial Yang Ideal

Ketika Allah berbicara soal ‘huur’ yang dijadikan pasangan bagi para penghuni surga, maka Dia sebenarnya lagi membicarakan soal ‘lingkungan sosial’, tempat manusia ahli surga berinteraksi, karena kodratnya manusia memang tidak bisa hidup sendiri, butuh berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia lain.

‘Huur’ adalah sosok yang diciptakan sesuai keinginan dan hasrat si penghuni, tergantung kecenderungannya.


Artinya di Surga kita bisa memilih “lingkungan sosial” mana yang sesuai dengan hasrat kita.

Quote:
- Kita yang menyenangi dunia ilmu pengetahuan, mungkin bisa membentuk “lingkungan sosial” yang serba sains. Di mana disana, terdapat Laboraturium, Perpustakaan, Peralatan serba canggih beserta staf-stafnya yang cerdas.

– Ada yang punya bakat “playboy“, mungkin bisa memilih pasangannya di surga, wanita-wanita memiliki kecantikan luar biasa.

– Kita yang menyukai dunia spiritual, mungkin bisa memilih “lingkungan sosial” yang serba santri. Terdapat majelis dzikir, yang setiap saat memuji kebesaran ALLAH.

– Kita sangat mencintai kehidupan keluarga, mungkin disana kita bisa memilih hidup sebagai keluarga ideal, dengan lingkungan yang ideal juga.
Namanya juga Surga. ALLAH memberi kebebasan kepada kita, untuk memperoleh apa yang kita senangi atau yang kita inginkan.
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi