Tuhan,,
hari ini aku tidak bermaksud mengeluh dengan rencana dan jalan yang engkau berikan, tapi begitu banyak hal yang ingin kukatakan pada-Mu,,,
Jika saja bisa..
aku ingin memelukmu erat saat kesendirian begitu menyiksaku, disaat rasa gundah memukulku.
Ada banyak hal yang ingin kusampaikan pada-Mu walau aku tau tak ada hal yang tidak engkau ketahui dalam diriku.
Tuhan,,
hari ini aku tidak bermaksud lupa atas apa yang telah engkau anugerahkan padaku, namun sebagai seorang manusia,, hati kotor yang kumiliki masih jauh dari apa yang engkau harapkan.
Tuhan,,
mataku masih terbelalak dengan hal-hal yang bisa membawaku kejurang yang salah. Hal itu sangat mengotori hatiku. Semakin aku berjalan, semakin banyak hal-hal yang menguji hatiku, menguji mata dan telingaku, walau ku tau hal ini salah tapi hal ini bahkan semakin menempel dalam diriku.
![]() |
Tuhan,, adakah jalan untuk menjauhinya ?
bahkan terkadang aku lupa dan ingkar atas apa yang kumiliki,padahal jika kupikirkan kembali ada banyak hal yang harus kusyukuri dalam diriku sendiri. Tidak jarang hari-hariku sulit karena memikirkan hal (salah) itu.
Tuhan,, aku merindukanmu..
datangi aku dalam mimpi malam inii saja,,
Walau tak dapat kulihat nanti,, tapi paling tidak aku merasakan kedatangan-Mu dihatiku.
Banyak hal yang ingin kukatakan pada-Mu, walau sebenarnya telah kupaparkan selama ini dalam setiap doa sederhana yang kupanjatkan pada-Mu.
Tuhan,, aku malu,,
aku malu memiliki hati yang susah bersyukur, susah merasa puas dan susah merasa cukup,, doa yang kupanjatkan mungkin saja sederhana bagi-Mu, maaf jika selama ini doa yang kupanjatkan terlalu banyak memiliki cabang. Tapi sebagai seorang manusia aku berharap engkau memahaminya Tuhan (pikirku saat berdoa pada-Mu).
Tuhan,,
aku tidak memiliki rumah sesempurna engkau, seluas engkau, dan sebesar engkau. Hingga sampai detik ini harta yang paling kubanggakan dalam diriku adalah aku masih punya Tuhan yang akan mendengar segala yang kupanjatkan, hingga terkadang aku merinding meyaksikan segala jalan yang engkau perlihatkan didepan mataku sendiri. Namun, satu hal yang selalu membuatku malu adalah hatiku terlalu sering (lengah) atas apa yang sudah engkau titipkan padaku hingga sampai saat ini. Betapa tidak tau dirinya, dan betapa tak tau diuntungnya tindakan itu.
Tuhan,,
aku lengah karena lalai dari-Mu..
Maafkan aku Tuhan..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar