Setiap manusia yang ada di dunia ini memiliki kebutuhan untuk saling berinteraksi dalam menjalin sebuah komunikasi. Selama manusia dapat saling menghargai dan menghormati pasti akan selalu terjalin hubungan komunikasi yang baik. Namun terkadang banyak dari kita yang tidak mengerti dan melakukan apa yang menurut kita sendiri itu baik. Padahal bagi orang lain belum tentu hal tersebut baik. Dalam hal ini, kita harus pintar dalam memahami apa yang memang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan dalam berinteraksi dengan orang lain. Semua ini tergantung dari kepribadian dan karakter yang dimiliki setiap individunya. Banyak dari kita yang melupakan faktor penting dalam menentukan keberadaan kita di masyarakat. Sekarang saja di lingkungan sekitar kita masih banyak ditemukan masalah yang harusnya bukan jadi sebuah permasalahan. Perbedaan yang semestinya bukan menjadi sebuah perbedaan. Misalnya status sosial, kecemburuan sosial, penempatan hak dan kewajiban, perasaan negatif, sugesti yang buruk.
Ketika kita bersosialisasi dengan orang lain, status sosial
ini menjadi suatu perbedaan dan terkadang menjadi permasalahan.
Orang-orang berlomba-lomba untuk
mendapatkan gelar
terbaik dalam
hidupnya. Mereka menempuh segala cara untuk mendapatkan gelar tersebut. Mulai
dari cara baik ,dengan semangat tinggi menuntut ilmu setinggi-tingginya untuk
mendapatkan gelar sarjana, profesor, doktor dan sebagainya. Bahkan ada pula
cara mudah dan cepat yang pernah dilakukan masyarakat sekarang, yaitu mungkin
dengan hanya membeli secarik kertas dan gelar tersebut dapat langsung
didapatkan. Bukan hanya gelar pendidikan, pandangan masyarakat juga tertuju
pada status jabatan dan kekuasaan seseorang . Semakin tinggi kekuasaan dan jabatan
yang dimiliki, semakin nyata pula keberadaannya di masyarakat. Mau tidak mau,
suka tidak suka hal ini memang sulit untuk dihindarkan. Secara teori mungkin
terlihat mudah untuk dibenahi. Namun pada kenyataannya, memang benar semakin
tinggi pendidikan dan kekuasaan, pasti keberadaan kita di masyarakat akan di
anggap penting dan dilihat. Coba ketika kita tidak memiliki
pendidikan yang tinggi dan hanya biasa-biasa saja, penilaian orang terhadap
kita pun berbeda. Hal ini pula yang dapat menimbulkan kecemburuan sosial di
masyarakat. Antara satu dan pihak lainnya akan saling berebut
tempat agar dapat diterima dihati masyarakat dalam berinteraksi dan menjalin
komunikasi. Kepribadian kitalah yang menentukan ini semua. Status sosial bukan
lagi menjadi masalah, jika pola pikir dan karakter setiap individu yang
berubah. Sebuah interaksi yang baik tergantung dari pola pikir dan kepribadian
yang dimiliki oleh setiap manusia.
Interaksi yang baik juga ketika dalam berkomunikasi, kita
dapat saling mengerti dan memahami. Dapat membedakan antara hak dan
kewajiban. Menjalankan apa yang memang
telah menjadi kewajiban kita di masyarakat. Mendapatkan hak yang memang
seharusnya kita miliki. Penempatan hak dan kewajiban inilah yang harus baik,
tepat sasaran, tepat waktunya, serta dalam kondisi yang memungkinkan. Jangan
sampai ada kesalahan dalam menempatkan antara hak dan kewajiban. Mana yang
memang sedang menjadi prioritas utama, sebaiknya kita utamakan. Kesalah pahaman
yang terjadi di masyarakat, akibat keegoisan yang dimiliki setiap orangnya.
Misalnya dalam mengemukakan pendapat, merasa mempunyai hak yang sama, dalam
jiwa kita pasti ingin selalu di dengar dan di mengerti . Tanpa melihat kewajiban kita untuk dapat
mengerti apa pendapat orang lain, apa maksud yang disampaikan, dan apa makna
yang terkandung didalamnya.
Kita melupakan kewajiban itu. Merasa
diri kita yang harus menjadi prioritas utama untuk dimengerti oleh orang lain.
Jika setiap interaksi yang kita bangun, tak dapat kita tempatkan mana yang
menjadi prioritas utama antara hak dan kewajiban, akan seperti apakah
komunikasi yang terjadi di masyarakat?.
Berpikir mengenai kepribadian dan
karakter setiap manusia yang ada di muka bumi ini, memang tidak akan pernah ada
habisnya. Tuhan telah menciptakan semua umat manusia dengan sebaik-baiknya.
Berbagai macam karakter dan pola pikir manusia pasti berbeda-beda. Tinggal
bagaimana karakter dan pola pikir yang
kita miliki tersebut dapat kita olah dengan baik dan tergantung dari cara kita
untuk memperbaikinya kearah yang lebih baik pula. Cara pandang kita terhadap
seseorang, cara pandang kita terhadap suatu masalah, itu semua pola pikir kita
yang menentukannya. Apakah kita memilih untuk berpikir positif atau mungkin
berpikir negatif dalam memandang sesuatu. Segala sesuatu yang kita pikirkan
akan menjadi sebuah sugesti yang kita rasakan.
Mulailah untuk berpikir positif
terhadap hal apapun.
Kita juga harus peka dengan keadaan disekitar kita. Tak selamanya orang harus mengerti dengan apa yang kita inginkan. Jangan hanya ingin dimengerti, tapi Belajarlah untuk dapat Mengerti orang lain, karena Interaksi dan Komunikasi yang baik ketika setiap orang dapat saling mengerti satu sama lain.
Kita juga harus peka dengan keadaan disekitar kita. Tak selamanya orang harus mengerti dengan apa yang kita inginkan. Jangan hanya ingin dimengerti, tapi Belajarlah untuk dapat Mengerti orang lain, karena Interaksi dan Komunikasi yang baik ketika setiap orang dapat saling mengerti satu sama lain.
Try to learn to understand other people's feelings don't just like to understand but, unwilling to understand .
^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar